Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kejar Target Investasi Jumbo, Ini Modal Bahlil Lahadalia

Pemerintah percaya diri memasang target pertumbuhan investasi pada 2022.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 30 Januari 2022  |  20:38 WIB
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengunjungi lokasi proyek gasifikasi batu bara menjadi metanol milik PT Kaltim Prima Coal (KPC) yang terletak di Kutai Timur, Kalimantan Timur, Rabu (19/1/2022). - BKPM
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengunjungi lokasi proyek gasifikasi batu bara menjadi metanol milik PT Kaltim Prima Coal (KPC) yang terletak di Kutai Timur, Kalimantan Timur, Rabu (19/1/2022). - BKPM

Bisnis.com, JAKARTA — Target investasi senilai Rp900 triliun tahun lalu berhasil dipenuhi dengan capaian 100,1 persen atau senilai Rp901,02 triliun. Tahun ini, pemerintah perlu memenuhi target penanaman modal yang lebih tinggi sekitar 30 persen senilai Rp1.200 triliun.

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyatakan optimis target tersebut bisa tercapai, meskipun dia mengakui hal tersebut tidak mudah. Hal tersebut disampaikannya pada konferensi pers Realisasi Investasi Triwulan IV/2021.

"Itu bukan pekerjaan mudah ke depan, tapi saya yakin dengan pengalaman dua tahun [pandemi] di 2020 dan 2021, dengan satu perubahan pola regulasi lewat Undang-Undang Cipta Kerja, dan tingkat kebutuhan global terhadap sumber daya alam Indonesia. Saya juga yakin karena Presiden sangat konsisten membangun hilirisasi. Maka itu, target Rp1.200 triliun dapat kita wujudkan," jelasnya dikutip dari YouTube BKPM TV, Minggu (30/1/2022).

Ekonom Bank Permata Josua Pardede pun menyampaikan bahwa investasi di 2022 akan mampu tumbuh lebih cepat. Kondisi ini apabila sesuai dengan asumsi peningkatan aktivitas ekonomi, yang sejalan dengan kondisi pandemi Covid-19.

Berkaca pada dua tahun sebelumnya, Josua menilai ancaman Covid-19 terhadap investasi cenderung terbatas. Apalagi, investasi pada umumnya adalah berjangka menengah hingga panjang.

"Oleh karenanya, downside risk dari kenaikan kasus Covid-19 belakangan diperkirakan tidak setinggi tahun-tahun sebelumnya," jelas Josua kepada Bisnis, Kamis (27/1/2022).

Josua memperkirakan investasi ke dalam negeri nantinya akan mulai didominasi oleh investasi pada sektor-sektor pengolahan yang memiliki nilai tambah lebih tinggi. Prakiraan tersebut berdasarkan proyeksi normalisasi harga komoditas di tahun ini, khususnya pertambangan yang cenderung melambat.

Dia juga memperkirakan akan semakin banyak proyek investasi yang akan masuk ke Indonesia di 2022. Contohnya, proyek Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kalimantan Timur, yang salah satu pendanaan pembangunannya mengandalkan investasi swasta.

"Pertumbuhan investasi juga didukung oleh proyek Ibu Kota Negara [IKN], yang baru saja disetujui, sehingga investasi dari dalam negeri juga ikut naik," terangnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi bkpm bahlil lahadalia Covid-19 ibu kota negara
Editor : M. Nurhadi Pratomo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top