Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pendapatan di APBD 2021 Tumbuh Tipis, Ini Paparan Kemenkeu

Nilai realisasi pendapatan APBD hingga Desember 2021 sebesar Rp1.112,24 triliun. Pendapatan ini 97 persen dari pagu pendapatan sebesar Rp1.150 triliun.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 20 Januari 2022  |  18:42 WIB
Gedung Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Bisnis - Abdurachman
Gedung Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi pendapatan APBD 2021 relatif lebih baik dibandingkan dengan capaian 2020. Hingga Desember 2021, realisasi pendapatan APBD tumbuh 0,18 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Dirjen Perimbangan Keuangan Kemenkeu Astera Primanto Bhakti melaporkan bahwa nilai realisasi pendapatan APBD hingga Desember 2021 sebesar Rp1.112,24 triliun. Pendapatan ini 97 persen dari pagu pendapatan sebesar Rp1.150 triliun.

Astera mencatat bahwa nilai pendapatan APBD tersebut tumbuh lebih tinggi 0,18 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), dibandingkan Desember 2020. Kendati demikian, capaian pendapatan APBD 2021 masih lebih rendah dari capaian akhir 2020 secara persentase terhadap pagu pendapatan.

"Kalau dari persentase anggarannya ini turun. Kalau yang 2020 ini melebih target yaitu 107 persen [Rp1.110,23 triliun dari target Rp1.040,83 triliun]," jelas Astera pada rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi XI DPR RI, Kamis (20/1/2022).

Menurut Astera, penurunan capaian pendapatan APBD Desember 2021 secara persentase karena penetapan pagu yang terlampau optimis. Penyusunan APBD 2021, tambahnya, tidak memperhitungkan potensi lonjakan kasus Covid-19 varian Delta yang terjadi di pertengahan tahun lalu.

Astera juga melaporkan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga Desember 2021 mencapai Rp300,16 triliun (26,1 persen terhadap pendapatan), lebih tinggi dari periode yang pada 2020 seebsar Rp263,17 triliun.

Sebaliknya, pendapatan non-PAD hingga Desember 2021 mencapai Rp812,08 triliun atau 73,9 persen terhadap total pendapatan. Capain tersebut lebih rendah dari periode 2020 yaitu sebesar Rp847,07 triliun. "Karena TKDD-nya juga [pada 2021] kita lakukan refocusing," jelas Astera.

Adapun, realisasi belanja APBD per Desember 2021 mencapai Rp1.087,66 triliun. Capaian tersebut turun -2,48 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan dengan posisi Desember 2020 sebesar Rp1.115,28 triliun.

Berdasarkan jenisnya, belanja APBD didominasi oleh belanja pegawai sebesar Rp365,79 triliun (33,6 persen). Lalu, berdasarkan fungsinya, belanja APBD terbesar tahun lalu didominasi oleh belanja pendidikan sebesar Rp311,93 triliun atau 25,5 persen terhadap APBD.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

apbd kemenkeu
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top