Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BPJT Harap PMN ke Waskita (WSKT) Bisa Memperlancar Pembangunan Tol Telukbetung

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) berharap penyertaan modal negara (PMN) yang diberikan kepada PT Waskita Karya (Persero) Tbk. atau WSKT dapat memperlancar pembangunan fisik seluruh ruas Jalan Tol Kayuagung–Palembang–Betung.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 18 Januari 2022  |  09:23 WIB
Pengerjaan konstruksi di salah satu ruas Jalan Tol Kapalbetung. - BPJT
Pengerjaan konstruksi di salah satu ruas Jalan Tol Kapalbetung. - BPJT

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) berharap penyertaan modal negara (PMN) yang diberikan kepada PT Waskita Karya (Persero) Tbk. atau WSKT dapat memperlancar pembangunan fisik seluruh ruas Jalan Tol Kayuagung–Palembang–Betung.

Danang Parikesit, Kepala BPJT, mengatakan bahwa progres pembangunan fisik penuntasan Tol Kapalbetung hingga ke Betung diharapkan akan semakin baik sejalan dengan realisasi penyertaan modal negara (PMN) dari pemerintah ke WSKT.

“Fokus utama yang harus diperhatikan ialah kualitas pembangunan yang perlu terus dijaga. Integrasi dengan pengembangan wilayah juga harus didorong melalui kerja sama yang baik dengan Pemda setempat,” katanya melalui keterangan resmi, Selasa (18/1/2022).

Dia menjelaskan, progres konstruksi pembangunan Tol Kapalbetung Seksi 2 ruas Kramasan–Musi Landas sepanjang 24,9 kilometer telah mencapai 33,68 persen.

Sementara itu, konstruksi Seksi 3 ruas Musilandas–Betung sejauh 44,29 kilometer baru mencapai 7,36 persen. Targetnya, kedua seksi jalan tol tersebut dapat selesai di 2023.

Dia menuturkan, PT Waskita Sriwijaya Tol (WST) juga harus melakukan koordinasi dengan PT Hutama Karya (Persero) terkait realisasi pembangunan koneksi atau interchange antara Jalan Tol Kapalbetung dan Tol Palembang–Simpang Indralaya bisa terwujud dan tersambung.

“Jalan Tol Kapalbetung merupakan akses terpenting dari Jalan Tol Trans-Sumatra, sebagai backbone wilayah Sumatra Selatan, dan menjadi ruas terakhir yang menghubungkan Pelabuhan Bakauheni hingga Palembang,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan konstruksi Jalan Tol Kapalbetung Seksi 2 dan 3 tersebut juga akan dibangun Jembatan Sungai Musi sepanjang 1,7 kilometer, dan akan menjadi jembatan terpanjang di Jalan Tol Sumatra Selatan.

Pembangunan jembatan tersebut juga tetap memperhatikan keadaan lingkungan sekitar, dan selaras dengan komitmen Kementerian PUPR bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) untuk membangun infrastruktur tanpa merusak lingkungan.

Pembangunan Tol Kapalbetung dikelola oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Waskita Sriwijaya Tol dengan total investasi sebesar Rp22,17 triliun.

Kehadiran jalan tol tersebut akan semakin melengkapi struktur jaringan koridor utara Jalan Tol Trans-Sumatra sepanjang 2.069 kilometer yang akan menghubungkan Pulau Sumatra dari Provinsi Lampung hingga Aceh.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jalan tol bpjt tol trans sumatra
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top