Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Rumah Seken Tahun Ini Masih Stabil

Pusat Studi Properti Indonesia (PSPI) memproyeksikan harga rumah seken di dalam negeri belum akan bergerak signifikan pada tahun ini. Pandemi Covid-19 masih menjadi penyebab utama rendahnya harga rumah seken di 2022.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 17 Januari 2022  |  14:36 WIB
Ilustrasi - Deretan perumahan.  - Antara Foto/Oky Lukmansyah/pd
Ilustrasi - Deretan perumahan. - Antara Foto/Oky Lukmansyah/pd

Bisnis.com, JAKARTA – Pusat Studi Properti Indonesia (PSPI) memproyeksikan harga rumah seken di dalam negeri belum akan bergerak signifikan pada tahun ini. Pandemi Covid-19 masih menjadi penyebab utama rendahnya harga rumah seken di 2022.

Panangian Simanungkalit, Direktur Eksekutif PSPI, mengatakan bahwa harga rumah seken pada tahun ini belum akan tumbuh signifikan. Meski demikian, harga rumah seken di 2022 diyakini akan lebih stabil, dan mulai mengarah ke harga sebelum pandemi Covid-19 di 2019.

Tahun lalu, kata dia, banyak rumah seken yang ditawarkan sekitar 10–15 persen di bawah harga pasar. Hal itu membuat harga rumah seken cenderung menurun.

“Bahkan ada yang menjual di bawah NJOP, karena adanya kondisi kekurangan cash yang mendesak,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (17/1/2022).

Sementara itu, Ketua Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) DKI Jakarta Clement Francis menuturkan, harga rumah mewah seken di Jakarta terkoreksi hingga 20 persen jika dibandingkan dengan sebelum pandemi Covid-19.

Menurutnya, pasokan rumah seken di Jakarta masih lebih tinggi dibandingkan dengan permintaan yang ada, sehingga mengoreksi harganya.

“Konsumen masih mendapatkan banyak pilihan rumah, maka dari itu harga rumah seken masih rendah tahun ini. Apalagi, saat ini banyak rumah yang dijual sejak 2021 belum laku juga,” ucapnya.

Dia tidak memungkiri jika saat ini ada pemilik hunian seken yang menjual rumahnya dengan harga murah karena membutuhkan dana dengan cepat.

“Memang saat ini kondisi tidak pasti, jadi ada 1 atau 2 pemilik hunian yang butuh uang, sehingga menjual cepat hunian yang berdampak pada harga turun. Ini menjadi berdampak pada semua hunian seken yang dibilang harga turun. Padahal cuman 1 atau 2 pemilik saja, karena kebutuhan dana,” ujarnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti harga rumah
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top