Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Peleburan Eijkman, Amin Soebandrio: Perusahaan Vaksin Asing Bakal Masuk RI

Wacana itu mencuat setelah pengembangan vaksin merah putih terhambat akibat peleburan Eijkman dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 17 Januari 2022  |  20:38 WIB
Eijkman Institute adalah lembaga penelitian yang diperbarui, nirlaba, yang didanai pemerintah melakukan penelitian dasar dalam biologi molekuler medis dan bioteknologi. Lembaga ini terletak di jantung kota Jakarta, ibu kota Indonesia.
Eijkman Institute adalah lembaga penelitian yang diperbarui, nirlaba, yang didanai pemerintah melakukan penelitian dasar dalam biologi molekuler medis dan bioteknologi. Lembaga ini terletak di jantung kota Jakarta, ibu kota Indonesia.

Bisnis.com, JAKARTA — Mantan Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman Amin Soebandrio menyebutkan adanya wacana pendirian perusahaan vaksin asing di Indonesia.

Wacana itu mencuat setelah pengembangan vaksin merah putih terhambat akibat peleburan Eijkman dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN.

Hal itu diungkapkan Amin saat menghadiri undangan rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI ihwal konsekuensi peleburan Eijkman ke dalam BRIN terhadap pengembangan vaksin merah putih, Senin (17/1/2022).

“Dengan adanya proses-proses ini, terjadi kelambatan tidak hanya munculnya vaksin itu di 2022 lalu di 2023, tapi kerugian negaranya adalah belum siap kita menghasilkan vaksin sendiri maka muncul wacana-wacana untuk mendirikan perusahaan vaksin asing di Indonesia,” kata Amin.

Wacana pendirian perusahaan asing itu, kata Amin, bakal merugikan negara dari sudut ekonomi, penyaluran teknologi hingga kemampuan pengembangan vaksin nasional. Dia khawatir pendirian perusahaan asing itu bakal menciptakan kompetisi di pasar ihwal akses pada vaksin di tengah masyarakat.

“Pasti nanti akan ada kompetisi di pasar, pasti akan menyulitkan anak-anak bangsa ini yang sedang meningkatkan kapasitasnya mengembangkan vaksin sendiri itu salah satu kerugian negara yang mungkin terjadi,” tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko menyampaikan integrasi LBM Eijkman ke dalam BRIN akan memperkuat kompetensi periset biologi molekuler di Indonesia.

Dia juga menyampaikan, sejak September 2021, nama Lembaga Biologi Molekuler Eijkman berubah menjadi Pusat Riset Biologi Molekuler (PRBM) Eijkman.

Perubahan status LBM Eijkman menjadi PRBM Eijkman ditandai dengan serah terima simbolis manajemen dari Kepala LBM Eijkman periode 2014 – 2021, Amin Soebandrio kepada Plt. PRBM Eijkman Wien Kusharyoto.

“Masuknya Lembaga Biologi Molekuler Eijkman kepada BRIN yang menjadi Pusat Riset Biologi Molekuler Eijkman maka kompetensi para periset biologi molekuler akan semakin meningkat. Apalagi selama ini LBM Eijkman sudah memiliki budaya riset yang tinggi, maka budaya ini tentunya akan menjadi PR bagi Kepala Pusat yang baru,” ujar Handoko mengutip brin.go.id, Minggu (2/1/2022).

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

eijkman Vaksin Covid-19 vaksin Merah Putih Badan Riset dan Inovasi Nasional-BRIN
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top