Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Langkah Pemerintah untuk Tangani Banjir di Jayapura

Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah untuk melakukan penanganan darurat pascabanjir di Jayapura, Papua. Salah satunya adalah pengerahan alat berat untuk membersihkan sampah di sungai dan ruas jalan terdampak banjir.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 10 Januari 2022  |  16:08 WIB
Kementerian PUPR menerjunkan alat berat dalam rangka penanganan darurat pasca banjir di Jayapura dan sekitarnya. - Antara
Kementerian PUPR menerjunkan alat berat dalam rangka penanganan darurat pasca banjir di Jayapura dan sekitarnya. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah untuk melakukan penanganan darurat pascabanjir di Jayapura, Papua. Salah satunya adalah pengerahan alat berat untuk membersihkan sampah di sungai dan ruas jalan terdampak banjir.

“Jumlah alat yang dikerahkan oleh Balai-balai kami di Jayapura sebanyak 12 unit dump truck, 3 excavator mini, dan 2 excavator besar. Kami juga mendapatkan bantuan tambahan alat berat dari Kepolisian sebanyak 3 unit excavator besar dan 1 loader, serta 2 dump truck dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jayapura,” kata  Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan Endra S. Atmawidjaja melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (10/1/2022).

Kementerian PUPR menyiapkan sejumlah langkah penanganan darurat pasca-banjir dan tanah longsor di Kota Jayapura, Papua, sejak Kamis (6/1/2022) malam.

Bencana banjir utamanya melanda sejumlah distrik di Kota Jayapura dan sekitarnya, seperti Distrik Jayapura Utara, Jayapura Selatan, Abepura, Heram, dan Muara Tami.

Endra menambahkan bahwa sebagai penanganan jangka pendek, Kementerian PUPR tengah mengkaji untuk segera menormalisasi tiga sungai, yakni Siborgonyi (1,9 kilometer), Acai (1,6 kilometer), dan Makanuay (0.66 kilometer).

“Normalisasi sungai perlu dilakukan, sebab berdasarkan hasil evaluasi Tim PUPR di lapangan, salah satu penyebab banjir adalah terjadinya sedimentasi sungai dan penyumbatan sampah pada daerah aliran sungai, sehingga hujan deras yang turun menyebabkan sungai meluap,” ujarnya.

Selanjutnya juga telah dilakukan penanganan pembersihan beberapa ruas jalan yang terdampak banjir. Terdapat empat ruas jalan nasional yang terdampak, yaitu Jl.Kelapa Dua, Abepura ruas Bts. Kota Jayapura/Kab. Keerom, ruas Jayapura–Sentani, dan Jalan Raya Abepura (Abepura).

Saat ini semua ruas tersebut sudah dilakukan pembersihan dengan alat berat, dan sudah dapat dilalui kendaraan dengan lancar.

Untuk penanganan jangka panjang, Endra menyatakan bahwa Kementerian PUPR merencanakan akan membangun sejumlah infrastruktur untuk konservasi air dan pengendalian banjir.

“Di antaranya kami usulkan pembangunan kolam retensi di Kawasan Organda Baru, pembangunan parapet di Sungai Acay dan Sungai Siborgonyi, serta pembangunan Checkdam di hulu Sungai Makanuay,” ujar Endra.

Berdasarkan informasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), selain banjir, hujan deras di Jayapura juga menyebabkan terjadinya tanah longsor.

Sejauh ini tercatat 7 orang korban jiwa atas bencana hidrometeorologi yang terjadi di Jayapura pada awal tahun ini. Selain korban jiwa, bencana juga menyebabkan ribuan warga terpaksa meninggalkan rumahnya dan menempati lokasi-lokasi pengungsian.

Berdasarkan informasi Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua, terdapat lebih dari 1.000 warga yang mengungsi.

Saat ini proses penanganan bencana banjir masih terus dilakukan Kementerian PUPR bekerja sama dengan tim gabungan dari BNPB, TNI, Polri, BPBD Provinsi Papua, Pemerintah Kota Jayapura, relawan, dan warga setempat.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

banjir jayapura Kementerian PUPR

Sumber : Antara

Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top