Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jokowi Beri Sinyal Gratiskan Vaksin Booster, BPKP: Kemenkes Belum Ajukan Harga

Menjelang dua hari pelaksanaan program vaksinasi booster, Kemenkes belum mengajukan HET untuk vaksin penguat tersebut
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 10 Januari 2022  |  21:12 WIB
Jokowi Beri Sinyal Gratiskan Vaksin Booster, BPKP: Kemenkes Belum Ajukan Harga
Pedagang melintas di dekat iklan layanan masyarakat tentang imbauan vaksin di kawasan Gambir, Jakarta, Senin (3/1/2022). Presiden Joko Widodo memutuskan pelaksanaan vaksinasi dosis ketiga atau "booster vaksin" mulai 12 Januari 2022. ANTARA FOTO - Indrianto Eko Suwarso
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Kepala Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh menuturkan lembaganya belum menerima pengajuan harga eceran tertinggi atau HET vaksin booster dari Kementerian Kesehatan untuk dikaji kelayakannya. 

Ateh menuturkan rekomendasi dari BPKP terkait dengan HET vaksin booster itu dapat dikeluarkan setelah adanya pengajuan harga dari Kemenkes. Hanya saja, menjelang dua hari pelaksanaan program vaksinasi booster itu, Kemenkes belum mengajukan HET untuk vaksin penguat tersebut. 

“Belum ada pengajuan harga dari Kemenkes yang akan dikaji,” kata Ateh melalui pesan WhatsApp, Senin (10/1/2022). 

Di sisi lain, Presiden Joko Widodo atau Jokowi belakangan dikabarkan bakal menggratiskan program vaksinasi booster atau dosis penguat bagi seluruh kelompok masyarakat. 

Keputusan itu diambil saat Rapat Terbatas Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Istana Negara, Senin (10/1/2022) sore. 

“Sepertinya booster akan berlaku gratis bagi semua, tunggu pengumuman presiden,” kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Kesehatan Charles Honoris melalui pesan WhatsApp kepada Bisnis. 

Hanya saja Charles enggan menerangkan hasil keputusan terkait dengan vaksinasi penguat tersebut. Dia mengatakan Jokowi bakal memberikan keterangan pers terkait dengan keputusan anyar itu. 

“Tunggu pengumuman presiden deh,” kata dia. 

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Kunta Wibawa Dasa Nugraha turut membenarkan kebijakan tersebut. 

“Iya [keputusan saat Ratas],” tulis Kunta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi Vaksin Covid-19 Vaksin Booster
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top