Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indonesia Setop Ekspor, Harga Batu Bara Global Meroket Tajam

Harga komoditas batu bara global kian menguat menjadi US$172 per metrik ton, seiring dengan larangan ekspor yang dilakukan pemerintah Indonesia terhadap komoditas tersebut.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 04 Januari 2022  |  20:01 WIB
Tumpukan batu bara di dekat Train Loading Station (TLS) milik PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) di Muara Enim, Sumatra Selatan. PTBA menargetkan produksi batu bara hingga 37 juta ton pada tahun 2022 mendatang. - Bisnis / Aprianto Cahyo Nugroho
Tumpukan batu bara di dekat Train Loading Station (TLS) milik PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) di Muara Enim, Sumatra Selatan. PTBA menargetkan produksi batu bara hingga 37 juta ton pada tahun 2022 mendatang. - Bisnis / Aprianto Cahyo Nugroho

Bisnis.com, JAKARTA – Harga komoditas batu bara global kian menguat menjadi US$172 per metrik ton, seiring dengan larangan ekspor yang dilakukan pemerintah Indonesia terhadap komoditas tersebut.

Berdasarkan bursa ICE Newcastle, harga batu bara diperdagangkan pada level US$172 per metrik ton pada Selasa (4/1/2022) untuk kontrak Januari 2022.

Angka tersebut menguat hingga 14,5 poin dari perdagangan pekan lalu yang sekitar US$151,75 per metrik ton.

Sementara itu, harga berangsur turun pada level US$164 per metrik ton untuk kontrak Februari 2022, serta Maret 2022 di kisaran US$157 per metrik ton. Penguatan itu terjadi setelah bursa mencatat koreksi harga pada perdagangan sebelumnya.

Penguatan harga juga terjadi di tengah kebijakan Indonesia menghentikan ekspor batu bara pada 1–31 Januari 2022. Aturan tersebut ditetapkan pemerintah untuk memprioritaskan pasokan domestik untuk pembangkit listrik milik PT PLN (Persero) dan Independent Power Producer (IPP).

Di lapangan, seluruh perusahaan yang telah melakukan pengapalan diarahkan untuk dibawa ke pembangkit PLN maupun IPP. Pasalnya, kontrak batu bara untuk pembangkit listrik dalam negeri tidak mencapai target pada Januari.

“Dari 5,1 juta metrik ton penugasan pemerintah, hingga 1 Januari 2022 hanya dipenuhi sebesar 35.000 metrik ton atau kurang dari 1 persen,” kata Dirjen Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa perusahaan tambang batu bara wajib memprioritaskan pasokan untuk kepentingan dalam negeri.

Jokowi meminta Kementerian ESDM, Kementerian BUMN dan PT PLN (Persero) mencari solusi terbaik dalam pemenuhan kebutuhan batu bara domestik demi kepentingan nasional.

Dia menyebut, prioritas utama sumber daya di dalam negeri adalah pemenuhan kebutuhan domestik, baik untuk PLN maupun industri.

“Sudah ada mekanisme DMO [domestic market obligation] yang mewajibkan perusahaan tambang memenuhi kebutuhan pembangkit listrik milik PLN. Ini mutlak. Jangan sampai dilanggar dengan alasan apapun,” katanya melalui kanal Youtube Setpres, Senin (3/1/2022) malam. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga batu bara ekspor batu bara
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top