Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penghentian Ekspor Bahan Mentah Tambang Dilakukan Bertahap

Pemerintah akan menghentikan ekspor bahan mentah produk pertambangan secara bertahap mulai dari bahan mentah bauksit pada 2022.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 28 Desember 2021  |  07:34 WIB
Tangkapan layar - Presiden Jokowi (kanan) saat meninjau pabrik smelter nikel, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Senin (27/12/2021). - ANTARA
Tangkapan layar - Presiden Jokowi (kanan) saat meninjau pabrik smelter nikel, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Senin (27/12/2021). - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah akan menghentikan ekspor bahan mentah produk pertambangan secara bertahap mulai dari bahan mentah bauksit pada 2022.

“Saya kira keuntungan kita menyetop ekspor bahan mentah nikel itu manfaatnya bisa lari ke mana-mana. Oleh sebab itu, nanti tahun depan akan kita lanjutkan untuk stop ekspor bahan mentah bauksit dan selanjutnya tembaga, selanjutnya emas, selanjutnya timah,” kata Presiden Jokowi di pabrik smelter nikel, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Senin, sebagaimana disiarkan Youtube Sekretariat Presiden.

Adapun, larangan ekspor bahan mentah bijih nikel sudah diberlakukan pemerintah sejak Januari 2020.

Presiden mengatakan, saat ini upaya hilirisasi terus berjalan dan akan memberikan nilai tambah yang sangat besar bagi Indonesia. Dengan hilirisasi industri, masyarakat akan mendapat lapangan pekerjaan, dan negara bisa memperoleh peningkatan penerimaan pajak, serta devisa.

“Seperti di sini, 27.000 tenaga kerja yang bisa direkrut oleh perusahaan. Belum income untuk negara, pajak. Belum terciptanya lapangan-lapangan usaha baru di kanan-kiri. Ini yang mengirim misalnya nickel ore ini dari perusahaan-perusahaan di dalam negeri,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) Wisma Bharuna yang mendirikan pabrik smelter nikel di Konawe, mengatakan bahwa saat ini di Indonesia sudah muncul beragam produk turunan dari baja tahan karat (stainless steel) yang akan digunakan untuk memproduksi panci, sendok, dan sebagainya.

Stainless steel sendiri merupakan produk hasil pengolahan dari bijih nikel.

Wisma berharap melalui hilirisasi, semua produk bisa didapatkan di dalam negeri dan akan terjadi alih teknologi, sehingga bisa memberikan manfaat ekonomi dan kesejahteraan bagi rakyat.

“Segala macam itu harus dari sini semua, sehingga sudah tidak lagi ke luar negeri, semuanya dipakai untuk kita, barangnya barang kita, kemudian nanti untuk menyejahterakan semuanya. Nanti ada alih teknologinya, metalurginya, anak-anak lebih pintar, semua lapangan pekerjaan ya semua Indonesia kaya, semua ada di sini,” ujarnya.

Dalam peresmian pabrik smelter nikel di Konawe, Presiden juga melihat langsung proses pengolahan nikel, termasuk area penumpukan bahan mentah bijih nikel (nickel ore stockpile).

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi pertambangan

Sumber : Antara

Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top