Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemenperin: Produksi Semen Turun, Utilisasi Berfluktuasi

Total produksi semen dan klinker pada November tercatat 11,45 juta ton, turun dari bulan sebelumnya 14,67 juta ton.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 21 Desember 2021  |  10:39 WIB
Pekerja memindahkan semen untuk diangkut ke kapal di Pelabuhan Paotere, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (25/2).  - BISNIS.COm
Pekerja memindahkan semen untuk diangkut ke kapal di Pelabuhan Paotere, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (25/2). - BISNIS.COm

Bisnis.com, JAKARTA — Sejalan dengan data Asosiasi Semen Indonesia (ASI), Kementerian Perindustrian juga mencatat penurunan produksi semen dan klinker pada November 2021.

Direktur Industri Semen, Keramik, dan Pengolahan Bahan Galian Non-Logam, Kemenperin Ignatius Warsito mengatakan pada bulan lalu terjadi penurunan 22 persen secara month-to-month pada produksi semen dan klinker. Total produksi semen dan klinker pada November tercatat 11,45 juta ton, turun dari bulan sebelumnya 14,67 juta ton.

Penurunan juga terjadi pada volume ekspor sebesar 505.420 ton dibandingkan dengan Oktober 2021 1,06 juta ton. Dengan demikian, ada penurunan 53 persen pada volume ekspor secara month-to-month. Warsito mengakui bahwa persoalan pasokan batu bara merupakan biang keladi pemangkasan volume produksi semen di penghujung tahun ini.  

"Penurunan produksi bulanan akan menurunkan utilisasi spesifik pada bulan tersebut. Penurunan produksi juga berimbas pada penurunan ekspor karena saat kebutuhan batu bara tidak mencukupi untuk berproduksi dengan normal, maka produsen semen akan memprioritaskan produksinya untuk pemenuhan kebutuhan semen dalam negeri terlebih dahulu," jelasnya kepada Bisnis, Selasa (21/12/2021).

Dia mengatakan utilisasi produksi semen terus berfluktuasi. Namun, Kemenperin mencatat adanya tren pertumbuhan meski belum mencapai titik optimal seperti yang diharapkan.

Dia mengatakan selama ini ekspor merupakan salah satu upaya produsen semen untuk meningkatkan utilisasi pabrik. Apabila ekspor terhambat maka utilisasi akan menurun.

Menurut catatan ASI, konsumsi semen domestik turun 2,1 persen menjadi 5,94 juta ton pada November 2021. Namun, konsumsi secara kumulatif Januari–November mengalami pertumbuhan 4,7 persen menjadi 59,43 juta ton. Adapun volume ekspor tercatat di angka 505.000 ton, turun dari rata-rata bulanan di atas 1 juta ton.

Ketua Umum ASI Widodo Santoso mengatakan selain kendala pasokan batu bara yang tersendat, penurunan produksi kemungkinan juga disebabkan musibah banjir, longsor, dan gempa di beberapa kawasan di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manufaktur semen kementerian perindustrian
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top