Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Banyak Pembatasan, Pelni Prediksi Jumlah Penumpang Turun 5 Persen di Libur Nataru Kali Ini

PT Pelayaran Nasional Indonesia (persero) atau Pelni memprediksi terjadi penurunan jumlah penumpang hingga 5 persen pada periode Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru) kali ini dibandingkan dengan sebelumnya.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 13 Desember 2021  |  14:02 WIB
Pemudik menaiki kapal laut KM Dobonsolo yang akan akan diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (30/5/2019). Kementrian Perhubungan bekerja sama dengan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) menggelar mudik gratis tujuan Semarang dengan menggunakan kapal laut untuk 7.500 sepeda motor dan 2015 penumpang mudik lebaran 2019 hingga 3 Juni mendatang. - ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Pemudik menaiki kapal laut KM Dobonsolo yang akan akan diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (30/5/2019). Kementrian Perhubungan bekerja sama dengan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) menggelar mudik gratis tujuan Semarang dengan menggunakan kapal laut untuk 7.500 sepeda motor dan 2015 penumpang mudik lebaran 2019 hingga 3 Juni mendatang. - ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA – PT Pelayaran Nasional Indonesia (persero) atau Pelni memprediksi terjadi penurunan jumlah penumpang hingga 5 persen pada periode Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru) kali ini dibandingkan dengan sebelumnya.

Direktur Usaha Angkutan Penumpang O.M. Sodikin menuturkan bahwa proyeksi tersebut didasari oleh adanya pembatasan pergerakan masyarakat, kendati tidak semua wilayah bakal menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3.

Kendati PPKM Level 3 menyeluruh dibatalkan, setiap pemerintah daerah telah menerbitkan kebijakan perjalanan, seperti di Papua yang melarang masuk penduduk dengan KTP non-Papua, sehingga penumpang tidak bisa turun di pelabuhan wilayah tersebut.

Kondisi tersebut, kata dia, jauh berbeda dengan yang terjadi pada periode Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 yang tidak pembatasan sama sekali.

Dia memperkirakan, jumlah penumpang yang bisa diangkut Pelni pada Nataru kali ini sebanyak 247.000 orang, lebih rendah dibandingkan dengan catatan pada Nataru sebelumnya yang mencapai 259.000 penumpang.

“Kalau kami lihat, yang menjadi permasalahan adalah pembatasan angkutan Nataru pada 24 Desember 2021 sampai dengan 2 Januari 2022. Kami memprediksikan Nataru ini [jumlah penumpang] turun sekitar 5 persen,” ujarnya, Senin (13/12/2021).

Meski terjadi penurunan penumpang, Pelni tetap mengoperasikan seluruh kapal yang disesuaikan dengan kebijakan pemerintah.

Sebagai gambaran, jumlah penumpang Pelni pada tahun ini cukup fluktuatif lantaran pada Lebaran 2021 terdapat larangan mudik yang pada April–Mei 2021. Setelah itu, pada Juli 2021 terjadi kembali PPKM darurat, sehingga banyak wilayah yang ditutup sebagai jalur keluar masuk penumpang.

Akan tetapi, pada September–Desember 2021, perlahan kasus Covid-19 mengalami penurunan, sehingga kapal Pelni bisa beroperasi lagi dan mengangkut penumpang.

“Dari data penumpang memang ada waktu yang dikatakan turun drastis pada Juni sampai dengan Agustus 2021. Mulai September mulai menggeliat. Kondisi penumpang sampai tahun baru masih bisa lancar, tetapi tetap mengikuti prokes walaupun level 3 dicabut,” imbuhnya.

Saat ini, Pelni juga mulai menerapkan digitalisasi sistem tiket di seluruh Indonesia. Penerapan pembayaran secara nontunai juga dilakukan dengan menggandeng Himbara.

Kemudian, Pelni juga terus melakukan sosialisasi terhadap agen di wilayah untuk mempermudah penjualan agar bisa meningkatkan pengguna jasa.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pelni penumpang Natal dan Tahun Baru
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top