Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemerintah Ungkap Penyebab Penurunan Ekspor APD

Data yang dihimpun Kemenperin memperlihatkan bahwa total ekspor APD non-woven, gaun bedah, masker bedah, dan masker kain sampai Oktober 2021 bernilai US$29,87 juta dengan volume 2.994 ton.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 10 Desember 2021  |  10:00 WIB
Pemerintah Ungkap Penyebab Penurunan Ekspor APD
Tenaga kesehatan memakai APD

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah menyebutkan penurunan ekspor alat pelindung diri (APD) pada 2021 disebabkan oleh turunnya permintaan dunia, seiring dengan kasus Covid-19 yang lebih terkendali.

Peluang ekspor APD dinilai tetap positif ke depannya karena produsen dalam negeri telah mampu memenuhi kriteria Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO).

“Peluang ekspor produk PPE [personal protective equipment]sangat besar mengingat kita telah mampu memproduksi dengan kualitas yang ditentukan WHO. Namun permintaan ekspor cenderung turun seiring dengan pandemi Covid-19 yang turun,” kata Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kementerian Perindustrian Elis Masitoh, Kamis (9/12/2021).

Elis juga mengatakan bahwa banyak negara yang menerapkan hambatan tarif maupun nontarif untuk APD. Dia menyebutkan sejumlah negara menerapkan bea masuk yang tinggi.

“Untuk PPE ini kita masih dikenakan tarif yang cukup tinggi di beberapa negara. Untuk hambatan nontarifnya berupa standar yang diterapkan negara tujuan ekspor,” tambah Elis.

Data yang dihimpun Kemenperin memperlihatkan bahwa total ekspor APD non-woven, gaun bedah, masker bedah, dan masker kain sampai Oktober 2021 bernilai US$29,87 juta dengan volume 2.994 ton. Adapun sepanjang 2020 ekspor untuk keempat produk tersebut mencapai US$172,03 juta.

Jepang tercatat sebagai pasar utama ekspor APD Indonesia. Negara tersebut mengimpor 1.404 ton gaun bedah Indonesia dengan nilai mencapai US$14,25 juta sampai Oktober 2021.

Adapun untuk produk lain, India menjadi importir terbesar masker kain asal Indonesia dengan nilai impor sebesar US$2,96 juta, Selandia Baru importir terbesar masker bedah dengan nilai US$1,61 juta, dan Korea Selatan menjadi importir terbesar untuk APD non-woven dengan nilai US$1,00 juta sampai Oktober 2021.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor Covid-19 alat pelindung diri
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top