Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Industri Minuman Diprediksi Belum Pulih Tahun Depan

Asosiasi Industri Minuman Ringan memprediksi industri minuman belum pulih hingga tahun depan.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 09 Desember 2021  |  15:55 WIB
Ilustrasi perempuan meminum air putih untuk jaga imunitas tubuh - Freepik
Ilustrasi perempuan meminum air putih untuk jaga imunitas tubuh - Freepik

Bisnis.com, JAKARTA - Meski telah terjadi perbaikan konsumsi dan permintaan, industri minuman ringan diprediksi belum akan mencapai pemulihan ke tingkat sebelum pandemi pada tahun depan.

Asosiasi Industri Minuman Ringan (Asrim) memproyeksikan, pada skenario optimistis, pertumbuhan produksi minuman pada tahun ini berkisar 1 persen hingga 2 persen, atau menjadi 34,34 miliar liter hingga 34,68 miliar liter dari tahun lalu 34 miliar liter. Adapun volume produksi pada 2019 tercatat sebesar 45 miliar liter.

Ketua Umum Asrim Triyono Pridjosoesilo mengatakan sejauh ini industri masih mencatatkan pertumbuhan penjualan yang negatif, terpukul pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) ketat pada tengah tahun ini.

"Tahun ini secara industri masih cukup berat. Sampai kuartal dua tahun ini, volume penjualan masih negatif 15 persen dibandingkan kuartal dua 2020. Target tahun depan bisa meminimalisasi tingkat penurunan dan mencapai [pertumbuhan] positif," kata Triyono saat dihubungi Bisnis.com, Kamis (9/12/2021).

Meski tak menyebut target angka pertumbuhan pada tahun depan, Triyono berharap volume produksi dan penjualan tidak kembali turun meski belum akan mencapai tingkat sebelum pandemi.

Menurutnya, ketidakpastian terkait penanganan pandemi masih menyelimuti industri minuman ringan, sehingga target pertumbuhan akan disesuaikan dengan perkembangan terbaru mengenai Covid-19.

Dia mengapresiasi kebijakan pemerintah untuk membatalkan PPKM level 3 serentak pada libur Natal dan Tahun Baru. Harapannya, pembatalan pembatasan tersebut dapat mengerek penjualan sehingga mempersempit angka penurunan.

"Dengan tidak diterapkannya PPKM level 3 ini, maka kegiatan masyarakat bisa berjalan dengan lancar dan tentunya dapat meningkatkan permintaan produk minuman. Kami berharap dapat meminimalisasi tingkat penurunan penjualan minuman," jelas Triyono.

Sebelumnya, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S Lukman mengatakan sektor industri yang masih mencatatkan kontraksi, antara lain minuman, jus, susu kental manis, dan air minum dalam kemasan.

Pada tahun depan, Gapmmi memperkirakan pertumbuhan industri makanan dan minuman dapat melampaui angka proyeksi tahun ini sebesar 5 persen. Pada kuartal III/2021 industri mamin mencatatkan pertumbuhan 3,49 persen secara year-on-year.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri minuman
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top