Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemerintah Inggris Terapkan Wajib PCR, Industri Penerbangan pun 'Teriak'

Dilansir Bloomberg pada Minggu (5/12/2021), kebijakan ini mulai berlaku pada 7 Desember dan berlaku sementara.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 05 Desember 2021  |  18:45 WIB
Ilustrasi - Reuters
Ilustrasi - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Industri penerbangan Inggris berteriak setelah pemerintah memutuskan bakal menerapkan seluruh pelancong harus melakukan tes Covid-19 48 jam sebelum keberangkatan meskipun sudah divaksin.

Dilansir Bloomberg pada Minggu (5/12/2021), kebijakan ini mulai berlaku pada 7 Desember dan berlaku sementara. Nantinya otoritas akan mengkaji kembali kebijakan ini sambil melihat perkembangan.

Setelah omicron terdeteksi di Inggris seminggu yang lalu, pemerintah menambahkan syarat tes PCR dalam dua hari setelah kedatangan, mengharuskan pelancong untuk mengisolasi diri sampai mereka menerima hasil negatif.

Kebijakan ini lantas mengundang protes dari maskapai udara dan seluruh perusahaan yang terkait dengan perjalanan, mengingat sudah mendekati momen Natal.

Aturan baru tersebut juga dirilis sehari setelah Menteri Transportasi Inggris, Grant Shapps mengatakan wisatawan tidak memerlukan pengujian pra-keberangkatan.

"Pemberlakukan kembali pengujian untuk memasuki Inggris, di atas rezim isolasi saat ini dan pengujian PCR pada saat kedatangan benar-benar tidak sesuai dengan negara lain di dunia," kata British Airways.

Asosiasi pilot menyatakan persyaratan ini bakal mengancam seluruh pekerjaan di sektor penerbangan.

"Biaya baru dan tekanan perjalanan tampaknya dirancang untuk menghancurkan kepercayaan pada perjalanan udara dan keinginan keluarga untuk bertemu kembali selama liburan,” Martin Chalk, Sekretaris Jenderal Asosiasi Pilot, dalam sebuah pernyataan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

inggris maskapai penerbangan Covid-19 PCR omicron

Sumber : Bloomberg

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top