Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Setahun, Nestle Setor Rp1,6 Triliun ke Peternak Sapi Perah

Peternak sapi perah di kawasan pedesaan meraup cuan senilai Rp1,6 triliun tiap tahun dari Nestle atas hasil penjualan susu.
Para peternak sapi yang ikut prgram schollarship/Bisnis-Reni Efita
Para peternak sapi yang ikut prgram schollarship/Bisnis-Reni Efita

Bisnis.com, Malang - Peternak sapi perah di kawasan pedesaan meraup cuan senilai Rp1,6 triliun tiap tahun dari Nestle atas hasil penjualan susu. Perusahaan membeli lebih dari 750.000 liter susu segar setiap tahunnya dari puluhan ribu peternak.

Presiden Direktur Nestlé Indonesia Ganesan Ampalavanar mengungkapkan, bahwa 750.000 liter susu tersebut dibeli dari sebanyak 27.000 peternak sapi perah yang tergabung di 40 koperasi dan kelompok peternak di 16 kabupaten di Jawa Timur.

"Nestlé Indonesia membeli lebih dari 750.000 liter susu segar dari 27.000 peternak sapi perah yang tergabung di 40 koperasi dan kelompok peternak di 16 kabupaten di Jawa Timur," ujarnya dalam acara ulang tahun perusahaan ke-50 di Malang, Jawa Timur, Jumat (3/11/2021).

Sekadar informasi, Kota Batu sebagai produsen susu sapi terbesar ketiga di Jawa Timur memiliki jumlah populasi ternak sapi sebanyak 12.431 ekor sapi perah dengan produksi susu sebanyak 28.014.837 juta liter per tahun.

Selain itu, lanjutnya, para peternak sapi tersebut diberikan pelatihan praktik peternakan sapi perah yang baik dan berkelanjutan untuk mengoptimalkan produktivitas, meningkatkan kualitas, serta memastikan penerapan yang lebih ramah lingkungan.

Terkait dengan hal itu, Nestlé Indonesia membangun 8.400 unit kubah biogas untuk mengolah kotoran sapi menjadi energi terbarukan yang digunakan untuk  memasak dan penerangan.

Slurry yang dihasilkan dari proses pengolahan biogas dapat digunakan sebagai pupuk organik untuk meningkatkan kesuburan lahan pakan ternak.

Hal tersebut menciptakan sistem sirkular pertanian terintegrasi di peternakan sapi perah di Jawa Timur, sejalan dengan ambisi Nestlé untuk mencapai emisi nol karbon (net zero emissions) pada 2050.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rahmad Fauzan
Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper