Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Importir Khawatir Harga Bawang Putih Turun karena Banjir Pasokan

Importir bawang putih mengemukakan bahwa pasokan bawang putih dalam volume besar berisiko masuk ke pasar Tanah Air dalam waktu dekat, seiring dengan aksi pengusaha yang berbondong-berbondong merealisasikan impor.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 03 Desember 2021  |  18:05 WIB
Pedagang menunjukan bawang putih di salah satu pasar di Jakarta, Selasa (3/3/2020). Bisnis - Abdurachman
Pedagang menunjukan bawang putih di salah satu pasar di Jakarta, Selasa (3/3/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA – Importir bawang putih mengemukakan bahwa pasokan bawang putih dalam volume besar berisiko masuk ke pasar Tanah Air dalam waktu dekat, seiring dengan aksi pengusaha yang berbondong-berbondong merealisasikan impor.

Hal tersebut dikhawatirkan akan memicu penurunan harga bawang putih di tengah permintaan yang relatif stabil.

Ketua II Pelaku Usaha Bawang Putih dan Sayuran Umbi Indonesia (Pusbarindo) Valentino mengatakan, mayoritas importir mengejar pengapalan pada November dan Desember 2021 setelah Inatrade mengeluarkan surat edaran yang menyebutkan bahwa kebijakan sunset clause tidak berlaku untuk pemasukan bawang putih.

Lewat sunset clause, importir diizinkan untuk melakukan pemasukan barang paling lambat 60 hari sejak persetujuan impor (PI) berakhir di 31 Desember setiap tahunnya.

Dengan dicabutnya ketentuan ini pada bawang putih, Valentino mengatakan, pemasukan bawang putih harus terealisasi sebelum tenggat PI.

Sunset clause berlaku untuk semua produk, kecuali bawang putih. Akibatnya, importir berbondong-bondong menghabiskan PI supaya sampai paling lambat 31 Desember,” kata Valentino, Jumat (3/12/2021).

Meski percepatan pemasukan tersebut bakal menjamin pasokan bawang putih untuk beberapa bulan ke depan, Valentino mengatakan, importir dihadapkan pada situasi sulit.

Antrean kapal di berbagai pelabuhan internasional dan naiknya permintaan impor memicu kenaikan harga bawang putih di China.

“Di satu sisi kami mengejar realisasi, tetapi di pengapalan biaya masih tinggi dan dari pemasok harga juga naik. Jika permintaan stabil dan pasokan besar dalam waktu dekat di dalam negeri, harga bisa turun,” kata dia.

Dia menyebutkan bahwa pemasukan dalam jumlah besar pada akhir tahun setidaknya bisa memenuhi kebutuhan sampai awal 2022.

Berdasarkan catatan Pusbarindo, pada pertengahan November 2021 lalu telah masuk bawang putih sebanyak 125.000 ton.

Adapun, pada akhir November 2021 bawang putih yang masih dalam tahap pengapalan sekitar 80.000 ton, sehingga total pasokan mencapai 200.000 ton.

Mengacu pada laporan Kementerian Perdagangan yang berasal dari Kementerian Pertanian, stok bawang putih per 26 November 2021 mencapai 70.300 ton. Dengan kebutuhan sekitar 40.000 ton per bulan, stok tersebut bisa bertahan 1,76 bulan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

impor harga bawang putih
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top