Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Garuda Indonesia Fokus Buka Rute ke Negara Tujuan Ekspor

Garuda Indonesia fokus membuka rute penerbangan ke negara tujuan ekspor komoditas tanah Air.
Pesawat Garuda Indonesia di Bandara Internasional Yogyakarta./Antara
Pesawat Garuda Indonesia di Bandara Internasional Yogyakarta./Antara

Bisnis.com, JAKARTA – PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) akan membuka beberapa rute penerbangan langsung ke sejumlah negara tujuan ekspor untuk meningkatkan distribusi komoditas unggulan Tanah Air.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan telah memutuskan untuk lebih banyak fokus di jalur ekspor dengan membuka beberapa jalur penerbangan langsung. Kendati memang frekuensinya masih belum sering atau hanya seminggu sekali.

Lewat layanan penerbangan langsung tersebut barang yang diekspor memiliki nilai tambah yang lebih tinggi. Hal itu dikarenakan Garuda mengurangi sedalam mungkin pergerakan barang dan kargo untuk ekspor yang selama ini harus dari Jakarta.

“Saat ini, Garuda juga sudah memiliki kemampuan menerbangkan kargo ke negara-negara di mana Garuda tidak beroperasi. Misalnya di Amerika Serikat dan beberapa negara di Eropa. Pasalnya Garuda juga bekerja sama dengan maskapai-maskapai lain yang sudah hadir di negara tersebut,” ujarnya, Kamis (25/11/2021).

Dengan demikian, sebut Irfan, produsen tak perlu lagi mengkhawatirkan distribusi barang. Pihaknya akan membantu semaksimal mungkin dan memastikan barang itu sampai ke destinasi yang diinginkan.

Sejauh ini, maskapai dengan jenis layanan penuh tersebut juga terus melakukan kajian atas layanan penerbangan langsung yang disediakan.

Pihaknya telah membuka jalur ekspor dari Makassar ke Hong Kong , dan dari Manado ke Narita khusus membawa komoditas-komoditas yang berasal dari daerah tersebut. Tak hanya itu, Garuda juga beberapa kali juga pernah melakukan penerbangan langsung dari Surabaya ke Incheon Korea Selatan hingga Padang ke Guangzhou.

Oleh karena itu, saat ini mayoritas penerbangan rutin ke luar negeri yang masih dipertahankan emiten berkode saham GIAA tersebut adalah negara-negara tujuan ekspor produk Indonesia.

“Banyak orang tidak tahu, di dalam pesawat penumpangnya kosong, hanya misalnya 50 orang, padahal kita membawa 30 ton barang dari Indonesia. Kita juga harus membawa juga barang-barang masuk ke Indonesia sebanyak 30 ton, dan sebagian dari itu kita mengambil peran sebagai hub,” ujarnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper