Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Potensi Besar, Pengembangan PLTS Naik Signifikan

Pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap mengalami lonjakan signifikan. Pemerintah menyebut terus mendorong proyek tersebut dengan sejumlah strategi.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 25 November 2021  |  17:37 WIB
Petugas memeriksa panel surya di PLTS Gili Trawangan -  Bisnis / David E. Issetiabudi
Petugas memeriksa panel surya di PLTS Gili Trawangan - Bisnis / David E. Issetiabudi

Bisnis.com, JAKARTA – Pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap mengalami lonjakan signifikan. Pemerintah menyebut terus mendorong proyek tersebut dengan sejumlah strategi.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, pengembangan PLTS atap telah menyentuh 4.399 pelanggan dengan kapasitas 42,39 megawatt peak (MWp) hingga Oktober 2021.

Sepanjang Januari–September 2021, pengembangan PLTS atap menyentuh 17,88 MW. Sebagai perbandingan, realisasi kapasitas terpasang PLTS atap pada 2020 hanya sebesar 13,4 MW.

Data Kementerian ESDM juga mencatat total kapasitas terpasang PLTS di Indonesia mencapai 194 MW per September 2021. Jumlah itu sejatinya masih jauh dari potensi yang ada, yakni 3.294 GW.

Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan Kementerian ESDM Chrisnawan Anditya menerangkan bahwa pemerintah terus membarui potensi pembangkit energi baru terbarukan (EBT) di dalam negeri untuk mempermudah upaya pengembangannya.

“Potensi EBT yang kita miliki sudah lebih besar, yaitu lebih dari 3.600 GW yang ditopang lebih utama pada solar,” katanya dalam Asia Solar Forum, Indo EBTKE Conex 2021, Kamis (25/11/2021).

Dalam paparannya, potensi energi surya tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Tiga wilayah dengan potensi pengembangan PLTS adalah Nusa Tenggara Timur 369,5 GWp, Riau dengan 290,41 GWp, dan Sumatra Selatan 285,18 GWp.

Secara tahunan, kapasitas terpasang pembangkit EBT mencapai 386 MW hingga kuartal III/2021, dengan didominasi oleh pembangkit listrik tenaga air (PLTA) 130 MW, mini hidro 71,26 MW, pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) 55 MW, bioenergy 18,5 MW, dan 17,88 MW dari PLTS atap.

“Kita lihat upaya potensi EBT semuanya didorong pengembangannya untuk lebih ditingkatkan demi memenuhi target 23 persen pada 2025,” ujarnya.

Di sisi lain, pemerintah membidik tiga strategi dalam pengembangan PLTS. Pertama, target kapasitas terpasang PLTS atap 3,61 GW hingga 2025. Kedua, pemasangan utilitas PLTS skala besar hingga 4,68 GW sampai 2030. Ketiga, pengembangan PLTS terapung hingga 26,65 GW di 271 lokasi.

“Salah satu upaya adalah membuat market. Pemerintah membuat target dan menyiapkan pasarnya, sehingga pengembangannya juga bisa dilakukan secara cepat,” terangnya.

 

 

Potensi dan kapasitas terpasang EBT (Sumber: Ditjen EBTKE Kementerian ESDM, September 2021)

 

Energi (EBT)Potensi (GW)Terpasang (MW)
Surya3.294,40194
Hidrp94,66.432
Bioenergy56,91.923
Bayu154,9154
Geothermal23,72.186
Samudra59,90
Total3.684,4010.889

 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kementerian esdm plts tenaga surya
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top