Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AP II: GMR Airports Resmi Jadi Investor Bandara Kualanamu

AP II mengumumkan GMR Airports Consortium sebagai investor pengembangan Bandara Kualanamu dengan nilai investasi minimal Rp15 triliun.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 24 November 2021  |  11:26 WIB
AP II: GMR Airports Resmi Jadi Investor Bandara Kualanamu
Bandara Kualanamu - Antara/Irsan Mulyadi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II mengumumkan GMR Airports Consortium sebagai mitra strategis untuk mengembangkan Bandara Kualanamu di Deli Serdang, Sumatera Utara dengan investasi minimal Rp15 triliun.

Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin menjelaskan pengelolaan dan pengembangan Bandara Internasional Kualanamu dilakukan dengan skema kemitraan strategis berjangka waktu 25 tahun dengan nilai kerja sama sekitar US$6 miliar termasuk investasi dari mitra strategis sedikitnya Rp15 triliun.

"Setelah melewati rangkaian proses tender, ditetapkan GMR Airports Consortium sebagai pemenang tender," kata Awaluddin dalam siaran pers, Rabu (24/11/2021).

Dia menjelaskan skema kemitraan strategis ini akan menggabungkan sumber daya yang dimiliki AP II dan mitra strategis, sehingga dapat mengakselerasi pengembangan Bandara Internasional Kualanamu untuk menjadi hub dan pintu gerbang utama internasional serta kawasan bisnis di wilayah barat Indonesia.

Hal ini, lanjutnya, juga selaras dengan tujuan AP II sebagai anggota InJourney Holding fokus meningkatkan optimalisasi seluruh aset salah satunya Bandara Internasional Kualanamu di Deli Serdang, Sumatera Utara, melalui kemitraan strategis (strategic partnership).

AP II dan GMR Airports Consortium akan menjadi pemegang saham di joint venture company (JVCo) yakni PT Angkasa Pura Aviasi, yang menjadi pengelola Bandara Internasional Kualanamu. AP II menguasai mayoritas 51 persen saham di PT Angkasa Pura Aviasi, sementara GMR Airports Consortium sebesar 49 persen.

Awaluddin juga memaparkan sejumlah kriteria yang harus dipenuhi mitra strategis di Bandara Internasional Kualanamu. Mitra tersebut wajib memiliki pengalaman dan jaringan baik airport maupun maskapai.

Pengembangan di Bandara Internasional Kualanamu difokuskan memperkuat konektivitas internasional dan turut melibatkan swasta guna mewujudkan 3E yaitu Expansion the traffic, Expertise sharing dan Equity partnership.

Pergerakan penerbangan akan meningkat, lalu akan ada alih teknologi dan keahlian, serta berbagi porsi modal di Bandara Internasional Kualanamu. GMR juga sudah menyampaikan rencananya untuk mengembangkan Bandara Internasional Kualanamu, dengan menargetkan penumpang hingga 54 juta orang pada tahun ke 25 kemitraan, atau setara bandara Soekarno Hatta saat ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

angkasa pura ii
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top