Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tren Positif Berlanjut, Pemulihan Sektor Properti Diyakini Terus Terjadi di Tahun depan

Membaiknya sektor properti menjelang akhir tahun ini diprediksi akan terus berlanjut hingga tahun depan.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 24 November 2021  |  13:18 WIB
Ilustrasi pembangunan perumahan di Tangerang, Banten. - Istimewa
Ilustrasi pembangunan perumahan di Tangerang, Banten. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Membaiknya sektor properti menjelang akhir tahun ini diprediksi akan terus berlanjut hingga tahun depan.

Pengamat Properti dari Epic Property M. Gali Ade Novran mengatakan, tren yang baik di sektor properti bisa dilihat dari terus meningkatkan kinerja penjualan developer maupun penyaluran produk KPR perbankan.

Terlebih, saat ini banyak regulasi dan stimulus yang diberikan pemerintah untuk terus mendorong pertumbuhan sektor properti.

Sektor properti telah membuktikan keandalannya dengan tetap bertahan di situasi perekonomian seperti apapun. Bahkan, sektor padat modal itu juga selalu bisa meningkat dan melampaui angka produk domestik bruto (PDB).

Saat PDB Nasional terpuruk hingga minus 2,1 persen akibat pandemi Covid-19, sektor properti tetap menunjukan peningkatan dengan tumbuh positif mencapai 2,3 persen.

Pada 2020 lalu, nilai ekonomi yang disumbang dari sektor properti mencapai Rp324,3 triliun, atau memakan porsi 3,02 persen dari total perekonomian nasional.

Nilai ekonomi sektor properti yang mencapai Rp324 triliunan tersebut menandakan catatan kontribusi sektor tersebut yang tertinggi terhadap perekonomian nasional.

“Paling tidak dalam kurun waktu 10 tahun terakhir ini menjadi catatan kinerja sektor properti yang tertinggi untuk perekonomian nasional. Capaian ini juga merupakan sejarah baru untuk nilai yang bisa dicapai hingga sebesar itu, dan ini sangat membanggakan karena terjadi saat situasi kita menghadapi pandemi Covid-19,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (24/11/2021).

Menurutnya, sektor properti memang sempat turun, khususnya pada periode awal hingga pertengahan tahun lalu. Namun, hal itu hanya tren sesaat karena kinerja sektor properti kembali bergerak naik, khususnya dari kinerja penjualan segmen rumah tapak tipe kecil, menengah, maupun besar.

“Tren ini terus berlanjut hingga tahun ini,” katanya.

Menurutnya, salah satu yang ikut terdorong dari geliat sektor properti, yaitu industri perbankan khususnya untuk kategori pembiayaan perumahan atau KPR.

Produk KPR menjadi unggulan dan andalan bank karena penyalurannya juga terus meningkat, terlebih dengan banyaknya kemudahan, seperti tren suku bunga yang terus turun, uang muka ringan, dan sebagainya.

Pembelian produk properti dengan program KPR bank juga kian fleksibel, sehingga meringankan masyarakat yang mengaksesnya. Ditambah dengan berbagai kemudahan seperti fleksibilitas masa tenor pendek hingga ekstra panjang yang cocok untuk milenial, uang muka ringan yang bisa dicicil, dan sebagainya.

Hal itu, kata dia, membuat pembelian produk properti yang menggunakan skema KPR mencapai lebih dari 75 persen di kuartal kedua tahun ini.

Secara tahunan, penyaluran KPR dari perbankan di kuartal III/2021 juga meningkat hingga 7,24 persen dari kuartal kedua 2021.

“Situasi ini membuat kami optimistis dengan prediksi sektor properti yang terus membaik pada tahun ini akan terus berlanjut pada tahun depan. Hal ini juga bisa dilihat dari rata-rata transaksi penjualan perusahaan pengembang yang terus meningkat, juga penyaluran KPR dari perbankan yang mengalami peningkatan sama,” tutur Gali.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top