Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Apindo Sebut Perbaikan Konsumsi Ikut Kerek Kredit Korporasi

Kenaikan konsumsi juga bertepatan dengan momentum akhir tahun. Umumnya hal itu telah diantisipasi oleh pengusaha dengan meningkatkan utilisasi kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan.
Pabrik serat rayon. Produksi serat rayon Indonesia pada 2019 menembus level 700.00 ton, tapi konsumsi rayon baru mencapai 419.784 atau 25 persen dari total konsumsi serat 2019. /Bloomberg
Pabrik serat rayon. Produksi serat rayon Indonesia pada 2019 menembus level 700.00 ton, tapi konsumsi rayon baru mencapai 419.784 atau 25 persen dari total konsumsi serat 2019. /Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA — Perbaikan tingkat konsumsi usai pelonggaran pergerakan masyarakat diyakini menjadi salah satu faktor tumbuhnya penyaluran kredit korporasi sampai dengan Oktober 2021.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W Kamdani menggarisbawahi pengendalian pandemi yang terus membaik dan relaksasi mobilitas masyarakat sejak September.

"Sehingga demand dan confidence konsumsi masyarakat berangsur pulih, karena tren-tren ini cenderung menguat, pelaku usaha mulai berani melakukan ekspansi kredit walaupun tetap dengan penuh kehati-hatian," katanya saat dihubungi Bisnis, Selasa (23/11/2021).  

Kenaikan konsumsi juga bertepatan dengan momentum akhir tahun. Umumnya hal itu telah diantisipasi oleh pengusaha dengan meningkatkan utilisasi kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan.

Rencana pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 pada akhir tahun diyakini tidak akan membendung laju konsumsi, terutama di tengah kondisi masyarakat yang telah beradaptasi dengan protokol tersebut.  

"Jadi kondisinya sedang sangat kondusif dan sangat memberikan confidence bagi pelaku usaha untuk meningkatkan konsumsi kredit usaha," katanya.

Dalam jangka pendek hingga akhir tahun, Shinta memperkirakan sektor yang akan menyerap lebih banyak kredit yakni manufaktur khususnya produsen barang-barang konsumer. Selain itu juga sektor yang terkait jasa pariwisata seperti hotel dan restoran.

Sebelumnya, Bank Indonesia mencatat penyaluran kredit korporasi berbalik ke zona hijau setelah lebih dari 12 bulan mengalami kontraksi. Penyaluran kredit korporasi sampai dengan Oktober 2021 mencapai Rp2.748,4 triliun, tumbuh 1,1 persen dibandingkan dengan posisi Oktober 2020.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bobby Gafur Umar memprediksi petumbuhan kredit korporasi bakal berlanjut hingga awal tahun depan, meski sejauh ini masih terbatas pada sektor-sektor seperti konstruksi dan infrastruktur.

"Ini menumbuhkan suatu optimisme, karena tumbuhnya itu dari mulai kuartal ketiga, jadi saya pikir ini akan berlanjut di awal tahun depan," kata Bobby kepada Bisnis, Selasa (23/11/2021).


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Reni Lestari
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper