Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Amazon Tinggalkan Visa, Beralih ke Mastercard

Amazon.com Inc., baru saja memutuskan untuk menutup layanan pembayaran menggunakan Visa di Inggris mulai tahun depan.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 18 November 2021  |  22:23 WIB
Logo Mastercard - Istimewa
Logo Mastercard - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Amazon.com Inc., bakal meninggalkan layanan pembayaran Visa dan beralih ke Mastercard setelah ketegangan di antara keduanya akibat perseteruan soal tarif tambahan pada transaksi.

E-commerce raksasa ini baru saja memutuskan untuk menutup layanan pembayaran menggunakan Visa di Inggris mulai tahun depan. Padahal Amazon menjadi portofolio terbesar bagi kartu kredit yang berbasis di Washington ini.

Seorang sumber mengatakan Amazon tengah melakukan pembicaraan dengan Visa agar mendapatkan kesepakatan yang lebih baik. Pada Agustus, perusahaan Jeff Bezos ini menerapkan biaya tambahan 0,5 persen untuk semua transaksi pembayaran yang menggunakan Visa. Belum sampai sebulan, Amazon juga menerapkan hal yang sama untuk pelanggan di Australia.

Hal itu diikuti dengan pengumuman kesepakatan perusahaan dengan Venmo sehingga konsumen AS bakal menghindari metode pembayaran melalui Visa mulai 2022.

Merespons keputusan Amazon di Inggris, juru bicara Visa mengungkapkan kekecewaannya. "[Perusahaan] sangat kecewa karena Amazon mengancam akan membatasi pilihan konsumen nantinya. Ketika pilihan konsumen terbatas, tidak ada yang menang,” katanya.

Namun, Visa menolak mengomentari perkembangan di AS.

"Kami yakin biaya penerimaan pembayaran harusnya turun seiring waktu sehingga pelapak dapat menginvestasikan kembali tabungan ke harga rendah dan peningkatan belanja untuk pelanggan. Namun terlepas dari kemajuan teknis, biaya pembayaran beberapa kartu tetap tinggi atau bahkan naik," kata Amazon dalam sebuah pernyataan email.

Analis Keefe Bruyette & Woods Sanjay Sakhrani memperkirakan perseteruan akan terselesaikan dengan dampak finansial yang minimal.

"[Namun], jelas ini bukan perkembangan yang positif jika Amazon berupaya untuk mengubah perilaku konsumen sehingga memvalidasi ketakutan investor terkait dengan open banking dan alternatif pembayaran lainnya yang bermunculan," jelasnya.

Vice Chairman dan Presiden Pertumbuhan Strategis Mastercard Michael Froman mengatakan dalam wawancara dengan Televisi Bloomberg, Mastercard telah lama bekerja sama dengan Amazon dan akan terus meningkatkan hubungan.

“Kami sudah lama menjalin hubungan baik dengan Amazon. Saya tidak bisa mengomentari percakapan tertentu yang terjadi saat ini," kata Froman.

Para pelapak di Amazon telah lama menolak keras biaya yang dikenakan Visa pada setiap transaksi. Meski jumlahnya hanya satu sen per pembelian, tarif itu tetap membebani para pebisnis di Amazon yang menghabiskan US$110 miliar untuk biaya pemrosesan kartu pada tahun lalu.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

visa mastercard amazon.com
Editor : Azizah Nur Alfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top