Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini 3 Jurus SKK Migas Genjot Produksi 1 Juta Barel pada 2030

Sektor hulu migas sempat mengalami tantangan berat seiring turunnya permintaan di pasar global. Hal ini mengakibatkan turunnya harga jual migas.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 17 November 2021  |  13:03 WIB
Platform migas lepas pantai. Istimewa - SKK Migas
Platform migas lepas pantai. Istimewa - SKK Migas

Bisnis.com, JAKARTA – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengungkapkan tiga strategi untuk mencapai produksi minyak 1 juta barel dan gas 12 miliar kubik pada 2030. 

Ketua Koordinator Program 2nd International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas 2021 Rikky Rahmat Firdaus mengatakan bahwa target 2030 merupakan tantangan besar untuk sektor hulu migas dalam 9 tahun ke depan. 

“9 tahun itu tidak lama sebetulnya. Untuk memperoleh oil and gas membutuhkan kegiatan survei hingga pemboran. Ini membutuhkan waktu sehingga harus dari sekarang melakukan kegiatan mencapai target tersebut,” katanya saat konferensi pers 2nd International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas 2021, Rabu (17/11/2021).

SKK bersama kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) melakukan sejumlah upaya mencapai target tersebut. Pertama optimalisasi produksi dari lapangan eksisting serta mempertahankan produksi yang ada. 

“APBN saat ini pada 2021 mencapai 705.000 barel per day. Target ini saja sudah merupakan tantangan,” tambahnya. 

Sektor hulu migas sempat mengalami tantangan berat seiring turunnya permintaan di pasar global. Hal ini mengakibatkan turunnya harga jual migas. Tetapi pada tahun ini, harga minyak tembus US$80 per barel.

Kedua, chemical enhanced oil recovery (EOR) untuk mendapatkan cadangan minyak baru. Teranyar, SKK Migas menyetujui plan of development (POD) Lapangan Ubadari dan Vorwata Enhanced Gas Recovery (EGR) di wilayah kerja Berau, Muturi dan Wiriagar yang dioperasikan BP Berau Ltd. 

Persetujuan ini menghasilkan tambahan cadangan sebesar 1.523 BSCF gas atau setara 271,96 juta barel minyak. 

“Selanjutnya [Ketiga] menggalakkan eksplorasi migas dengan cara terencana dan studi mendalam dan efisien. Kemudian dilakukan survei G & G [Survei Onshore dan Intertidal, Geophysical dan Geotechnical] yang sedang kita lakukan dengan KKKS,” terangnya.

Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut itu juga menyebutkan bahwa diperlukan percepatan regulasi one door service policy untuk mempermudah masuknya investasi di sektor hulu migas. 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

skk migas lifting migas
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top