Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Hati-Hati! Pemulihan Konsumsi Masyarakat di Kuartal IV/2021 Masih Berisiko

Konsumsi masyarakat pada kuartal IV/2021 akan mencapai 3 hingga 4 persen secara tahunan, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada kuartal II/2021 sebesar 1 persen.
Warga berbelanja kebutuhan pangan dan rumah tangga di salah satu supermarket di Cimahi, Jawa Barat, Minggu (19/4/2020). Bisnis/Rachman
Warga berbelanja kebutuhan pangan dan rumah tangga di salah satu supermarket di Cimahi, Jawa Barat, Minggu (19/4/2020). Bisnis/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Oktober 2021 kembali ke zona optimis menjadi sebesar 113,4.

Sebelumnya, IKK tercatat berada zona pesimis selama tiga bulan berturut-turut, sejak Juli hingga September 2021.

Perbaikan keyakinan konsumen pada Oktober 2021 didorong oleh aktivitas ekonomi dan penghasilan masyarakat yang membaik, seiring pelonggaran kebijakan pembatasan mobilitas di berbagai wilayah Indonesia sebagai dampak respons penanganan Covid-19 yang juga semakin baik.

Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira menyampaikan bahwa optimisme IKK tersebut menjadi indikator pemulihan konsumsi rumah tangga pada kuartal ke IV/2021.

Dia memperkirakan, konsumsi masyarakat pada kuartal IV/2021 akan mencapai 3 hingga 4 persen secara tahunan, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada kuartal II/2021 sebesar 1 persen.

“Masyarakat yang mulai yakin berbelanja akan mendorong pertumbuhan konsumsi rumah tangga lebih baik,” katanya kepada Bisnis, Senin (8/11/2021).

Bhima menjelaskan, sektor konsumsi pengeluaran rumah tangga, khususnya barang barang tahan lama (durable goods), makanan dan minuman di restoran juga akan ikut terdorong karena mobilitas masyarakat yang mulai meningkat.

Selanjutnya, kata dia, kenaikan konsumsi pun akan direspon oleh pertumbuhan industri manufaktur dan sektor perdagangan.

Meski demikian, pemerintah dinilai tetap perlu menjaga agar pemulihan bisa lebih merata di seluruh kelompok masyarakat, terutama masyarakat lapisan 40 persen pengeluaran terbawah.

“Belanja pemerintah serapannya harus lebih didorong dan dipastikan pengendalian stok pangan bisa terjaga hingga akhir tahun,” jelasnya.

Menurutnya, pemulihan konsumsi ke depan pun masih memiliki beberapa risiko, di antaranya kenaikan harga bahan pangan, seperti minyak goreng.

“Serta kekhawatiran harga minyak mentah yang tinggi sehingga menyebabkan inflasi dari sisi pasokan,” tutur Bhima.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Maria Elena
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper