Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Serius Tekan Emisi Gas Rumah Kaca, Pemerintah Gandeng Organisasi Internasional

Keseriusan pemerintah untuk menekan emisi gas rumah kaca ditunjukkan dengan membangun kemitraan dengan salah satu organisasi energi internasional, yakni International Renewable Energy Agency (Irena).
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 04 November 2021  |  15:06 WIB
Gas rumah kaca. - Ilustrasi
Gas rumah kaca. - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Keseriusan pemerintah untuk menekan emisi gas rumah kaca ditunjukkan dengan membangun kemitraan dengan salah satu organisasi energi internasional, yakni International Renewable Energy Agency (Irena).

Kerja sama tersebut akan difokuskan untuk mengidentifikasi dan penerapan peta jalan dekarbonisasi, dan dituangkan dalam perjanjian yang ditandatangani oleh Menteri ESDM Arifin Tasrif dan Director General Irena Francesco La Camera, di sela agenda COP26 di Glasgow hari ini (4/11/2021).

Kerja sama tersebut akan semakin menguatkan target penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) nasional dan mendukung Presidensi G20 Indonesia di 2022.

“Kami membutuhkan dukungan dari negara lain dan organisasi internasional dengan keahlian seperti Irena untuk mempersiapkan transisi energi Indonesia,” ujar Arifin seperti dikutip dalam keterangan resminya, Kamis (4/11/2021).

Indonesia memegang Presidensi G20 pada 2022 dan telah diserahkan secara resmi oleh Perdana Menteri Italia Mario Draghi kepada Presiden Joko Widodo pada KTT G20 di Roma, Italia pada 31 Oktober 2021.

Pertumbuhan yang inklusif, people-centered, serta ramah lingkungan dan berkelanjutan menjadi komitmen utama kepemimpinan Indonesia di G20. Forum kerja sama ekonomi internasional yang beranggotakan negara-negara dengan perekonomian besar di dunia itu sepakat untuk menghentikan pendanaan batu bara luar negeri pada akhir tahun ini dan mengakui peran penetapan harga karbon.

Indonesia telah berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebanyak 29 persen pada 2030, dan telah menetapkan target emisi nol pada 2060 atau lebih cepat dengan dukungan internasional.

Namun, ada banyak hal yang harus dilakukan di dalam negeri dalam hal kebijakan, teknologi, dan aliran keuangan.

Menurut laporan outlook transisi energi dunia Irena yang dirilis awal tahun ini, sebagian besar pengurangan emisi diperlukan dekade ini dan dapat dicapai melalui perpaduan teknologi yang ada.

“Indonesia adalah pemain kunci dalam mencapai target penurunan emisi, dan kami berharap dapat bekerja sama untuk mengidentifikasi peta jalan nasional yang memberikan pertumbuhan ekonomi, sekaligus menjawab tantangan perubahan iklim,” kata Francesco.

Dia mengatakan, ekonomi global utama dunia memiliki peran penting dalam mewujudkan ambisi nol emisi global dan rencana jangka pendeknya dalam penggunaan teknologi energi terbarukan yang ada.

Namun, pihaknya juga menyadari bahwa transisi energi bukan hal yang mudah, dan membuat para pembuat kebijakan menghadapi beragam pilihan yang kompleks.

Berdasarkan perjanjian yang diteken itu, Irena akan menyiapkan peta jalan transisi energi yang komprehensif, mengidentifikasi tindakan kebijakan utama, solusi teknologi, dan program pengembangan industri untuk mencapai tujuan dan target energi terbarukan jangka menengah dan panjang, serta tujuan dekarbonisasi di Indonesia.

Kerja sama itu juga mencakup penilaian manfaat sosial ekonomi dari transisi energi dengan penekanan pada pembentukan rantai nilai baru, penciptaan dan peningkatan lapangan kerja.

Di bawah kemitraan tersebut, Irena dan Indonesia akan bekerja sama dengan erat pada peta jalan ambisius baru yang sejalan dengan tujuan Paris Agreement untuk ekonomi global bersih pada 2050.

Irena juga akan memfasilitasi akses ke pembiayaan iklim dan investasi dalam energi terbarukan melalui diskusi dan dialog tentang investasi yang tidak berisiko, pengembangan jaringan proyek, dukungan untuk persiapan proyek, termasuk melalui Koalisi untuk Akses Energi Berkelanjutan dan Inisiatif Platform Investasi Iklim.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kementerian esdm emisi gas rumah kaca
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top