Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ekspor CPO Bakal Turun? GPEI: Bisa Diimbangi Nikel dan Besi

GPEI menilai permintaan nikel dan besi di pasar dunia bisa mengimbangi ekspor CPO yang diprediksi turun akibat penurunan produksi.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 29 Oktober 2021  |  11:07 WIB
Seorang pekerja mengumpulkan buah kelapa sawit di dalam sebuah pabrik minyak sawit di Sepang, di luar Kuala Lumpur, Malaysia.  -  REUTERS / Samsul Said
Seorang pekerja mengumpulkan buah kelapa sawit di dalam sebuah pabrik minyak sawit di Sepang, di luar Kuala Lumpur, Malaysia. - REUTERS / Samsul Said

Bisnis.com, JAKARTA — Ketua Umum Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Benny Soetrisno memprediksi adanya penurunan nilai ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) pada akhir 2021. Prediksi itu menyusul laporan turunnya produksi CPO yang ditaksir mencapai 1,5 juta ton pada puncak panen dua selama September hingga Oktober tahun ini.

Benny mengatakan siklus panen sawit ada hubungan dengan iklim. Seandainya adanya pengurangan ekspor, tetapi masih bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri, maka ketahanan pangan masih terjaga. 

"Potensi penurunan ekspor CPO hingga akhir tahun nanti dapat diimbangi oleh tren kenaikan permintaan besi dan nikel di pasar dunia," kata Benny kepada Bisnis.com, Kamis (28/10/2021).

“Bahkan ekspor produk turunan CPO yang memiliki nilai tambah pun bisa mengkompensasi terhadap penurunan tersebut,” kata dia.

Sebelumnya, Gapki memprediksi target ekspor tahun ini bakal turun signifikan dibandingkan dengan tahun lalu akibat turunnya produksi CPO pada puncak panen dua bulan terakhir.

Ketua Umum Gapki Joko Supriyono mengatakan asosiasinya mematok target ekspor hingga akhir tahun ini mencapai 35 juta metrik ton atau ditingkatkan dari torehan tahun lalu yang mencapai 34 juta metrik ton. Hanya saja, target ekspor tahun ini diperkirakan merosot dari target yang ditetapkan lantaran potensi turunnya volume produksi CPO pada puncak panen sebesar 1,5 juta ton.

“Target ekspornya 49 juta ton, kita khawatir jangan-jangan tidak tercapai. Kalau produksi bulan September sampai Oktober [puncak panen] itu turun atau mendatar berarti ya kita ekspor sama dengan tahun lalu atau turun sedikit,” kata Joko, Kamis (28/10/2021).

Di sisi lain, Joko mengatakan, realisasi ekspor CPO pada paruh pertama tahun ini relatif baik jika dibandingkan dengan tahun lalu. Malahan, Joko menambahkan, hingga Agustus 2021 torehan ekspor CPO sudah naik sebesar 6 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Joko menambahkan turunnya target ekspor CPO tahun ini juga disebabkan karena fokus utama komoditas strategis itu bakal diarahkan terlebih dahulu untuk memenuhi pasokan kebutuhan hilir dalam negeri.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor cpo
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top