Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bahlil Lahadalia: Investasi 2022 Harus Tembus Rp1,2 Kuadriliun

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan nilai investasi Indonesia pada 2022 harus tembus Rp1,2 kuadriliun atau Rp1.200 triliun.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 28 Oktober 2021  |  18:19 WIB
Bahlil Lahadalia: Investasi 2022 Harus Tembus Rp1,2 Kuadriliun
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa target investasi pada 2022 yang ditetapkan sebesar Rp1.200 triliun atau Rp1,2 kuadriliun sebagai syarat untuk mencapai pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen.

Target investasi itu sebenarnya lebih tinggi dari yang sebelumnya ditetapkan pada Rencana Strategis (Renstra) BKPM (sebelumn menjadi Kementerian) sampai 2024, yaitu sebesar Rp968,4 triliun.

"Jadi saya ingin katakan bahwa target investasi Rp1.200 triliun [Rp1,2 kuadriliun] itu sebagai syarat untuk bagaimana pertumbuhan ekonomi nasional kita bisa tumbuh di atas 5 persen," kata Bahlil pada konferensi pers, Rabu (27/10/2021).

Seperti diketahui, pemerintah menetapkan target pertumbuhan ekonomi pada 2022 sebesar 5,2 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), dalam APBN 2022.

Tentunya, kinerja investasi bukan satu-satunya tumpuan untuk mencapai target tersebut, melainkan salah satu syarat saja. Namun, Bahlil mengatakan realisasi investasi harus mencapai minimal Rp1.100 triliun untuk bisa mendorong pertumbuhan PDB di atas 5 persen atau bahkan 6 persen. Oleh sebab itu, BKPM menetapkan target sebesar Rp1.200 triliun.

Bahlil menegaskan indikator PDB lainnya juga seperti konsumsi, eskpor-impor dan belanja pemerintah, tidak kalah penting untuk bisa mencapai target.

"Jadi sekali pun realisasi investasi Rp1.200 triliun [tercapai], tapi konsumsi kita anjlok, kemudian belanja pemerintah dan ekspor-impor itu menurun, [target] mungkin susah tercapai," tegas Bahlil.

Oleh sebab itu, Bahlil mengatakan pihaknya sudah menyiapkan strategi untuk mencapai target investasi Rp1,2 kuadriliun.

Pertama, memberikan jaminan kepastian kecepatan dan kemudahan untuk perizinan berinvestasi. Kedua, menjamin kepastian hukum. Ketiga, menjaga stabilitas politik dan keamanan negara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi Pertumbuhan Ekonomi bkpm
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top