Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Prasyarat Investasi di Industri Bahan Baku Menggeliat

Ketergantungan industri pada pasokan bahan baku impor disebabkan ketidakpastian suplai dalam negeri baik dari sisi kuantitas, kualitas, maupun kontinuitas ketersediaan.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 28 Oktober 2021  |  20:57 WIB
Ilustrasi industri berbahan baku benang.  - Bloomberg/David Paul Morris
Ilustrasi industri berbahan baku benang. - Bloomberg/David Paul Morris

Bisnis.com, JAKARTA — Aliran investasi ke sektor manufaktur perlu diarahkan untuk pengembangan industri bahan baku dalam negeri.

Peneliti di Pusat Industri, Perdagangan, dan Investasi Indef Ahmad Heri Firdaus mengatakan untuk menjaring investasi ke industri bahan baku, diperlukan sinkronisasi daya dukung seperti regulasi, ketersediaan bahan mentah, dan infrastruktur.

"Penyiapan regulasi, infrastruktur, diarahkan untuk mendukung atau mengundang investor agar tertarik untuk berinvestasi di bahan baku," katanya saat dihubungi, Kamis (28/10/2021).

Ketergantungan industri pada pasokan bahan baku impor disebabkan ketidakpastian suplai dalam negeri baik dari sisi kuantitas, kualitas, maupun kontinuitas ketersediaan.

"Bahan baku lokal itu kadang mahal, kadang murah. Juga kualitasnya, kadang bagus kadang jelek, kadang ada, kadang tidak ada," jelasnya.

Selain itu Heri juga menggarisbawahi akses terhadap bahan mentah sebagai prasyarat masuknya investasi pada bahan baku. Adapun mengenai regulasi juga menjadi pekerjaan rumah pemerintah lintas sektor dan lembaga.

Adapun salah satu industri yang masih menggantungkan pasokan bahan baku dari luar negeri yakni obat dan farmasi. Sebesar 90-95 persen bahan baku obat masih harus diimpor. Akibatnya, industri tersebut sangat rentan terhadap gangguan rantai pasok seperti lockdown di China atau kelangkaan kontainer.

Investasi asing sepanjang Januari-September 2021 tercatat sebesar US$22,72 miliar dengan 28.157 proyek. Sektor penyumbang terbesar yakni industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya sebesar US$4,95 miliar dengan 781 proyek.

Sementara itu, investasi di industri manufaktur mencatatkan pertumbuhan 17,28 persen pada Januari-September 2021. Berdasarkan data Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), aliran investasi ke industri manufaktur pada sembilan bulan pertama tahun ini sebesar Rp236,8 triliun, naik dari periode yang sama 2020 senilai Rp201,9 triliun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi manufaktur impor bahan baku
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top