Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Disebut Liburan Pakai Fasilitas Kantor, Ini Respons Dirut Garuda (GIAA)

Serikat Karyawan Garuda Indonesia (Sekarga) menyebut Dirut Garuda Indonesia memanfaatkan perjalanan bisnis untuk liburan bersama keluarga.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 27 Oktober 2021  |  14:54 WIB
Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) Setiaputra. -  Istimewa
Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) Setiaputra. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) enggan menanggapi isu yang dilontarkan Serikat Karyawan Garuda Indonesia (Sekarga) yang menyebut dirinya berlibur menggunakan fasilitas kantor.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra memilih lebih fokus mengerjakan apa yang ada di depan mata terutama perkara restrukturisasi utang.

"Saya fokusnya membereskan restrukturisasi Garuda dan menyiapkan Garuda setelah restrukturisasi saja, baik dari sisi bisnis, operasional, maupun values," ungkapnya kepada Bisnis, Selasa (26/10/2021).

Sebelumnya, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Serikat Karyawan Garuda Indonesia Dwi Yulianta meminta Kementerian BUMN membentuk tim investigasi terhadap aktivitas yang dilakukan oleh Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra.

Sekarga mendapat informasi terkait adanya penerbitan Kartu Member Garuda Indonesia yaitu GA Miles Platinum VIP terhadap 4 orang keluarga Direktur Utama yakni Anak, menantu dan cucu.

"Mengingat pentingnya Good Corporate Governance (GCG) dan Core Value AKHLAK Kementerian BUMN dan terkait hal tersebut di atas sudah menjadi polemik serta banyaknya pertanyaan-pertanyaan dari pihak karyawan yang disampaikan kepada kami sebagai pengurus Serikat Pekerja, maka kami memohon kiranya Bapak Menteri BUMN dapat membentuk tim investigasi," urai surat yang ditujukan kepada Menteri BUMN Erick Thohir tersebut.

Lebih lanjut, surat ini dibuat guna menyikapi pengakuan Direktur Utama Garuda Indonesia yang disampaikan pada saat sharing session bersama karyawan pada Senin, 25 Oktober 2021 pukul 11.00 hingga selesai terkait kehadirannya pada Undangan Pertemuan IATA yang dilaksanakan tanggal 3-5 Oktober 2021.

Pada pertemuan tersebut, keberangkatannya bersama keluarga (istri, anak, menantu dan 2 orang cucu) dengan rute penerbangan semula Jakarta–New York via Amsterdam tanggal 30 September 2021 dengan nomor penerbangan GA088 dan kemudian diubah menjadi Jakarta–New York via Incheon/Seoul tanggal 30 September 2021 dengan nomor penerbangan GA878 menggunakan fasilitas kelas Bisnis.

Setelah itu, rombongan tersebut kembali pada tanggal 16 Oktober 2021 dengan rute Amsterdam–Jakarta dengan GA089 menggunakan fasilitas kelas Bisnis.

Serikat Karyawan menyayangkan aktivitas yang dilakukan oleh pimpinan perusahaannya tersebut. Hal ini mengingat situasi dan kondisi Garuda sangat memerlukan perhatian 24 jam dari seorang Direktur Utama.

"Kami berpendapat seharusnya seorang Dirut lebih memprioritaskan perhatiannya terhadap kondisi Garuda Indonesia saat ini, karena undangan tersebut biasanya didelegasikan kepada salah satu Manager, Senior Manager, atau Vice President oleh Direktur Utama sebelumnya," ungkap Dwi dalam surat.

Serikat Karyawan juga mengaku sangat prihatin, ternyata selain menghadiri undangan tersebut dari tanggal 3-5 Oktober, Direktur Utama mengakui bahwa yang bersangkutan lanjut berlibur bersama keluarga dan baru kembali ke Jakarta pada 16 Oktober 2021.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN Garuda Indonesia korporasi
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top