Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sri Mulyani Ungkap Realisasi PEN Per 22 Oktober Baru Capai 58,3 Persen

Realisasi terbesar dicetak oleh insentif usaha sebesar Rp60,73 triliun atau 96,7 persen dari pagu Rp62,83 triliun. Anggaran ini ditujukan untuk insentif perpajakan bagi PPh 21 DTP, PPh Final UMKM, pembebasan PPh 22 Impor, pengurangan angsuran PPh 25 dan lain-lain.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 25 Oktober 2021  |  14:17 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (dalam layar) disaksikan Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia Maria Y. Benyamin memberikan pemaparan dalam webinar  Mid Year Economic Outlook 2021: Prospek Ekonomi Indonesia Pasca Stimulus, Relaksasi dan Vaksinasi di Jakarta, Rabu (7/7/2021). Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (dalam layar) disaksikan Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia Maria Y. Benyamin memberikan pemaparan dalam webinar Mid Year Economic Outlook 2021: Prospek Ekonomi Indonesia Pasca Stimulus, Relaksasi dan Vaksinasi di Jakarta, Rabu (7/7/2021). Bisnis - Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA - Realisasi anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) per 22 Oktober 2021 mencapai Rp433,91 triliun atau 58,3 persen.

"PEN kita telah [terealisasi] 58,3 persen atau Rp433,9 triliun dari pagu Rp744,7 triliun," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada konferensi pers APBN KITA, Senin (25/10/2021).

Pada kluster kesehatan, realisasi anggaran sudah mencapai Rp116,82 triliun atau 54,3 persen dari pagu Rp214,96 triliun. Manfaat kluster anggaran ini ditujukan pembagian paket obat, perawatan pasien Covid-19, penggunaan untuk RS darurat, insentif tenaga kesehatan, pengadaan vaksin, dan bantuan iuran JKN.

Pada kluster perlindungan sosial, anggaran sudah terealisasi Rp125,10 triliun atau 67 persen dari pagu Rp186,64 triliun. Anggaran tersebut untuk penyaluran bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Sosial Tunai (BST), Kartu Prakerja, bantuan kuota internet, bantuan UKT, subsidi listrik, Bantuan Subsidi Upah (BSU), dan bantuan beras.

Selanjutnya, di dalam PEN, anggaran dukungan untuk UMKM dan korporasi hingga saat ini sudah terealisasi Rp63,20 triliun atau 38,9 persen dari pagu Rp162,40 triliun. Anggaran ini disalurkan untuk Bantuan Pelaku Usaha Mikro (BPUM), IJP, penempatan dana bank, subsidi bunga KUR, bantuan PKL, serta PMN untuk Hutama karya, Pelindo III, dan KIW.

Lalu, realisasi anggaran program prioritas sudah mencapai Rp68,07 triliun atau 57,7 persen dari pagu Rp117,94 triliun. Anggaran ini ditujukan untuk program padat karya kementerian/lembaga, pariwisata, ketahanan pangan, ICT, dan fasilitas pinjaman daerah.

Terakhir, realisasi anggaran insentif usaha sudah terealisasi Rp60,73 triliun atau 96,7 persen dari pagu Rp62,83 triliun. Anggaran ini ditujukan untuk insentif perpajakan bagi PPh 21 DTP, PPh Final UMKM, pembebasan PPh 22 Impor, pengurangan angsuran PPh 25, pengembalian pendahuluan PPN, penurunan tarif PPh Badan, PPN DTP Properti, dan BM DTP.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sri mulyani Pemulihan Ekonomi Nasional
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top