Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tesla Beralih ke Komponen Baterai yang Lebih Murah

Tesla akan mulai menggunakan baterai lithium iron phospate (LFP). Hal ini melanjutkan rencana tahun lalu untuk menggunakan komponen anggaran model berbiaya rendah.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 21 Oktober 2021  |  12:30 WIB
Head unit dari Tesla Model 3.  - ANTARA/Reuters
Head unit dari Tesla Model 3. - ANTARA/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Tesla Inc., akan beralih menggunakan baterai lithium iron phospate (LFP) yang lebih murah, meninggalkan pengisi daya berbahan kimia lantaran harga material baterai yang kian melambung.

Dilansir Bloomberg pada Kamis (21/10/2021), dalam earning call kuartal III/2021, perusahaan menyatakan peralihan ke baterai LFP akan diterapkan kepada kendaraan standar Tesla. Hal ini melanjutkan rencana tahun lalu untuk menggunakan komponen anggaran model berbiaya rendah.

Saat ini, sebagian besar industri otomotif mengandalkan nikel dan kobalt untuk membuat baterai lithium-ion agar meningkatkan kinerja mobil listrik.

Namun pasokan kedua bahan tersebut terbatas dan masalah etika telah lama membayangi tambang kobalt di Republik Demokratik Kongo sebagai pemasok utama. Selain itu, nikel sebagai penyedia daya dan jangkauan juga rentan terhadap kebakaran.

Di samping itu, harga nikel yang tengah naik juga telah berdampak pada sel baterai, menurut Chief Financial Officer Tesla Zach Kirkhorn.

"Sebagian [kenaikan] biaya itu telah berdampak ke kami. Biayanya tidak terlalu besar, tapi tidak kecil," ujar Kirkhorn.

Tesla telah menggunakan baterai LFP di China yang disuplai dari produsen baterai terbesar, Contemporary Amperex Technology Co. (CATL). Kendati lebih murah dan stabil, kekurangan LFP adalah tidak memiliki kepadatan energi yang cepat berubah. Padahal, itu menjadi faktor kunci bagi mobil listrik.

CATL telah menawarkan metode untuk meningkatkan kinerja yang lebih baik dari komponen, bersama dengan perusahaan rintisan seperti Our Next Energy yang mendapat dukungan dari Breakthrough Energy Ventures milik Bill Gates. Kemajuan tersebut berarti baterai semakin cocok untuk sebagian besar model listrik di pasaran.

Sebelumnya, CEO Tesla Elon Musk mengatakan komponen LFP akan digunakan untuk model mobil harga terjangkau dan komponen berbahan nikel dan mangan dapat digunakan untuk mobil berjarak jauh. Sementara itu, baterai berbahan nikel tinggi akan digunakan pada kendaraan jenis truk seperti Semi dan Cybertruck.

Musk juga sempat mengungkapkan kekhawatirannya terhadap terbatasnya jumlah nikel.

"[Musk] sangat khawatir ketikan melihat suplai jangka panjang dari nikel dan kobalt dan dia tidak memiliki solusi yang jelas tentang bagaimana kami meningkatkan produksi mineral dengan tepat waktu untuk memastikan stabilitas harga," ujar Jim Greenberger, Direktur Eksekutif NAATBatt, asosiasi nonprofit untuk teknologi baterai di Amerika Utara.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mobil Listrik tesla Baterai Mobil Listrik
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top