Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tesla Bukukan Kenaikan Pendapatan 57 Persen per Kuartal III/2021

Capaian Tesla pada periode ini menandai keuntungan sembilan kuartal berturut-turut bagi produsen mobil listrik berusia 18 tahun ketika kendala rantai pasok dan pemadaman listrik bergilir di China.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 21 Oktober 2021  |  10:03 WIB
Dokumentasi - Mobil Tesla Model 3 buatan China saat proses pengiriman di pabriknya di Shanghai, China (7/1/2020).  - ANTARA/REUTERS
Dokumentasi - Mobil Tesla Model 3 buatan China saat proses pengiriman di pabriknya di Shanghai, China (7/1/2020). - ANTARA/REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA - Tesla Inc., melaporkan pendapatan kuartal III/2021 tumbuh 57 persen, di bawah proyeksi Wall Street, tetapi masih bisa melampaui perkiraan profit, meski di tengah kelangkaan semikonduktor.

Dilansir Bloomberg pada Kamis (21/10/2021), capaian periode ini menandai keuntungan sembilan kuartal berturut-turut bagi produsen mobil listrik berusia 18 tahun ketika kendala rantai pasok dan pemadaman listrik bergilir di China.

Pendapatan perusahaan naik 57 persen menjadi US$13,8 miliar, tidak sebesar proyeksi senilai US$13,9 miliar. Penghasilan mencapai US$1,86 per saham berdasarkan penyesuaian, perusahaan yang berbasis di Palo Alto, California ini mengatakan pada Rabu. Angka tersebut mampu mengalahkan perkiraan analis yang rata-rata US$1,67.

Menurut Tesla, permasalahan rantai pasok seperti kelangkaan semikonduktor hingga keterlambatan bongkar muat di pelabuhan telah berdampak pada kesulitan untuk menambah produksi untuk menyuplai permintaan kendaraan listrik yang tengah naik.

Margin kotor perusahaan, yang menjadi ukuran utama profitabilitas meningkat 28,8 persen pada kuartal III/2021 setelah mengecualikan regulatory credit atau insentif yang diberikan kepada perusahaan otomotif yang mendukung pengurangan emisi.

Tesla mencatatkan penjualan sebanyak 241.300 unit pada kuartal III/2021. Lebih dari 96 persen penjualannya pada kuartal ini berasal dari Model 3 dan Y.

Adapun, pendapatan dari regulatory credit mencapai US$279 juta, turun dari kuartal II/2021 senilai US$354 juta. Perusahaan juga melaorkan penurunan nilai bitcoin senilai US$51 juta.

Untuk pertama kalinya dalam satu dekade, Chief Executive Office (CEO) Elon Musk tidak berpartisipasi dalam pertemuan kuartalan dengan para analis, seperti janjinya pada Juli bahwa dia tidak akan lagi bergabung dalam earning calls perusahaan.

Chief Financial Officer Tesla Zachary Kirkhorn yang bergabung dalam pertemuan ini dengan ditemani oleh jajaran eksekutif lainnya seperti senior vice-president Powertrain Drew Baglino dan Vice President Teknik Kendaraan Lars Moravy.

"Kami sedang berupaya untuk memaksimalkan kapasitas dan dapat mencukupi permintaan. Namun intinya, kami tidak mampu meningkatkan kasitas produksi secepat itu," lata Kirkhorn

Saham Tesla melemah lebih dari 1 persen, sedikit berubah US$865,80 pada penutupan bursa New York, tetapi telah tumbuh hingga 23 persen sepanjang tahun ini.

"Sahamnya fluktuatif karena ini sudah diperkirakan. Namun, perusahaan mencatatkan banyak kemajuan dalam hal profitabilitas," ujar Gene Munster dari Loup Ventures.

Saat ini Tesla tengah memperluas bisnis ke tiga wilayah sepert Austin, Texas, dan Berlin. Pada pertemuan pemegang saham pada awal Oktober, Musk mengatakan akan memindahkan kantor pusatnya ke Austin, tetapi belum dapat dipastikan tanggalnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pendapatan elon musk tesla
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top