Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Permintaan Tetap Positif, Pergudangan Mampu Bertahan dari Pandemi

Pergudangan di Jabodetabek menjadi salah sektor yang tahan banting selama pandemi Covid-19. Hal itu terlihat dari tren positif permintaan pergudangan di kawasan Jabodetabek pada kuartal III/2021.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 21 Oktober 2021  |  19:37 WIB
Ilustrasi. Kawasan pergudangan Safe n Lock yang dikelola PT Berkah Makmur Amanda Tbk.  - mbagroup.id
Ilustrasi. Kawasan pergudangan Safe n Lock yang dikelola PT Berkah Makmur Amanda Tbk. - mbagroup.id

Bisnis.com, JAKARTA – Pergudangan di Jabodetabek menjadi salah sektor yang tahan banting selama pandemi Covid-19. Hal itu terlihat dari tren positif permintaan pergudangan di kawasan Jabodetabek pada kuartal III/2021.

Head of Research Jones Lang LaSalle (JLL) Indonesia Yunus Karim mengatakan bahwa tren permintaan sewa gudang di area Jabodetabek menunjukkan hasil yang positif pada kuartal III/2021, meskipun tidak ada pasokan baru pada periode tersebut.

“Permintaan tetap sehat, sehingga ketersediaan gudang yang ada ruang relatif rendah,” katanya, Kamis (21/10/2021).

Dia menuturkan, saat ini kebanyakan pengembang hanya membangun gudang secara khusus sesuai dengan permintaan pasar dan pihak yang akan menyewa dalam jangka panjang.

Meski tidak ada pasokan gudang baru di kuartal III/2021, permintaan pasar terhadap pergudangan modern yang tersedia tetap tumbuh. Sebagian besar permintaan tersebut berasal dari penyedia jasa logistik dan e-commerce.

Dia menjelaskan, stok ruang gudang yang tersedia saat ini sekitar 2 juta meter persegi, dan diperkirakan ke depannya akan ada tambahan 500.000 meter persegi gudang baru. Saat ini pun tingkat keterisian pergudangan mencapai 93 persen, naik dari kuartal sebelumnya yang sebesar 91 persen.

“Jadi kita bisa lihat ada kenaikan di tingkat keterisian, dan kalau dilihat dari masing-masing daerah juga masih cukup sehat. Apalagi di wilayah Cikarang yang merupakan pusat pasokan gudang modern yang tingkat keterisiannya mencapai 88 persen. Ke depan, bakal ada tambahan 500.000 meter persegi yang akan berpengaruh pada tingkat okupansi,” tuturnya.

Menurutnya, pasokan ruang gudang saat ini masih terkonsentrasi di wilayah Bekasi, Cikarang, dan Jakarta. Akan tetapi, penyewa seperti e-commerce mulai mencari ruang yang terletak dekat dengan pusat kota.

“Selain dari ruang pergudangan, data center atau pusat data juga menjadi daya tarik bagi para investor dan pelaku bisnis, baik lokal maupun internasional,” ujarnya.

Head of Industrial JLL Indonesia Farazia Basarah menambahkan, permintaan positif di sektor pergudangan didominasi oleh penyedia jasa logistik yang terus berekspansi dengan menyewa ruang gudang di area Jabodetabek.

Perusahaan e-commerce, khususnya startup yang tumbuh pesat saat ini juga cenderung mencari ruang gudang yang berlokasi dekat dengan pusat kota Jakarta dan kota besar lainnya, seperti Surabaya, Semarang, dan Bandung.

Fungsi ruang gudang juga beragam, antara lain menjadi pusat distribusi, ruang transit barang, dan ruang penyimpanan bersuhu dingin.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti pergudangan
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top