Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kibarkan Bendera Putih, Microsoft Tutup Linkedin di China

LinkedIn lokal versi China ini memiliki 52 juta pengguna di China daratan. Media sosial asal AS lainnya misalnya Twitter Inc. dan Facebook Inc. sudah lama dilarang oleh Pemerintah China.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 15 Oktober 2021  |  12:05 WIB
Kibarkan Bendera Putih, Microsoft Tutup Linkedin di China
Ilustrasi - Inc.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Microsot Corp. akhirnya menyerah dengan menutup aplikasi networking LinkedIn versi lokalnya di China.

Microsoft LinkedIn menjadi perusahaan teknologi asal Amerika Serikat terkini yang menarik dari pasar China.

LinkedIn menyatakan keputusannya untuk mundur dari pasar China dikarenakan iklim operasional yang menantang dan ketatnya persyaratan yang diminta oleh pemerintah setempat.

“Perusahaan akan menutup versi LinkedIn lokalnya di China pada tahun ini,” katanya, dikutip dari Bloomberg, Jumat (15/10/2021).

Setelah memasuki China pada 2014, LinkedIn menawarkan model internet ala AS di Negeri Tirai Bambu tersebut. Agar diperbolehkan beroperasi, perusahaan setuju membatasi sejumlah konten sesuai dengan persyaratan regulator.

LinkedIn lokal versi China ini memiliki 52 juta pengguna di China daratan. Media sosial asal AS lainnya misalnya Twitter Inc. dan Facebook Inc. sudah lama dilarang oleh Pemerintah China.

Hambatan operasional muncul pertama kalinya pada Maret lalu. LinkedIn bahkan menyatakan harus menyetop pendaftaran anggota baru di China sembari melakukan perbaikan sistem untuk mentaati hukum lokal di negara tersebut.

Sebelumnya, berdasarkan laporan New York Times, regulator internet China menegur eksekutif perusahaan tersebut karena dianggap gagal mengontrol konten politik di aplikasi tersebut.

Ketatnya pengawasan perusahaan teknologi di China tidak hanya dialami oleh entitas asing karena perusahaan teknologi besar asal negara tersebut mulai dari Alibaba Group Holding Ltd., Tencent Holdings Ltd. and Didi Global Inc., tak luput dari mata elang Partai Komunis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china microsoft linkedin

Sumber : Bloomberg

Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top