Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Setelah Penantian Panjang, Jokowi Akhirnya Resmikan Merger Pelindo

Jokowi bercerita bahwa pada 7 tahun lalu dirinya sudah memerintahkan Menteri BUMN untuk menggabungkan atau merger Pelindo.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 14 Oktober 2021  |  11:46 WIB
Presiden Joko Widodo memberikan pernyataan terkait perkembangan PPKM di Istana Merdeka, Jakarta pada Senin (23/8/2021) - BPMI Setpres
Presiden Joko Widodo memberikan pernyataan terkait perkembangan PPKM di Istana Merdeka, Jakarta pada Senin (23/8/2021) - BPMI Setpres

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi upaya seluruh pihak terkait hingga merger PT Pelindo akhirnya bisa terwujud setelah melalui proses yang panjang.

"Dengan mengucap bismillahirahmanirahim, pada siang hari ini saya resmikan penggabungan Pelindo I, Pelindo II, Pelindo III dan Pelindo IV menjadi PT Pelindo dan kita resmikan Terminal Multipurpose Wae Kelambu di Labuan Bajo," kata Jokowi dalam acara Peresmian Penggabungan Pellindo dan Terminal Multifungsi Wae Kelambu, Kamis (14/10/2021), dikutip dari YouTube Setpres.

Pada kesempatan itu, Presiden juga bercerita bahwa pada 7 tahun lalu dirinya sudah memerintahkan Menteri BUMN ke seluruh Direktur Utama PT Pelindo I, Pelindo II, Pelindo III, dan Pelindo IV untuk segera menggabungkan keempat BUMN tersebut.

“Saya tunggu-tunggu 7 tahun gak terealisasi. Sudah dimulai, oke kalau nggak diholdingkan [langsung], transisinya ada, virtual holding. Dilakukan virtual holdingnya tapi holdingnya belum ketemu,” ujarnya.

Namun, sambung Jokowi, kini Pelindo hanya satu yaitu PT Pelabuhan Indonesia (Persero). Dia berharap dengan merger ini biaya logistik di Indonesia bisa bersaing dengan negara lain.

“Artinya daya saing kita, competitiveness kita menjadi lebih baik,” ujarnya.

Selanjutnya, Jokowi juga meminta agar PT Pelindo dicarikan partner yang memiliki jaringan atau networking luas sehingga terkoneksi dengan negara-negara lain.

Dengan demikian, produk-produk Indonesia bisa merambah dunia Internasional dengan lebih baik dan masuk dalam rantai suplai global.

“Saya sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Menteri BUMN dan jajarannya sehingga nanti akan menjadi kekuatan besar,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menjelaskan alasan penggabungan atau merger PT Pelabuhan Indonesia II.

Menurutnya, saat ini biaya logistik di Indonesia masih lebih tinggi dibanding negara lain, yakni 24 persen, dibanding negara lain yang hanya 11 persen.

"Tentu kita harap dengan merger ini terjadi efisiensi dan penurunan biaya logistik. Memang tidak mudah, tapi harus kita upayakan terus," kata Erick, dalam keterangannya, Minggu (3/10/2021)

Dia melanjutkan, penurunan tarif logistik memang tidak mudah, tetapi, harus dibayangkan terus. Apalagi, menurutnya sinar dari penurunan logistik sudah mulai terlihat.

"Apalagi kalau kita lihat sinarnya sudah mulai kelihatan. Selama ini kita tertutup mata kita, pelabuhan peti kemas kita punya potensi luar biasa," ucapnya.

Menurutnya, dengan merger ini, Pelindo langsung masuk menjadi operator peti kemas terbesar ke-8 di dunia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi BUMN pelindo holding bumn
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top