Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Top 5 News Bisnisindonesia.id : Menunggu Aksi Pelindo, Krisis Energi di Inggris, hingga Telur Picu Deflasi

Selain menyoroti langkah Pelindo berikutnya pasca merger sebagai salah satu berita pilihan, redaksi Bisnisindonesia.id juga menyajikan sejumlah berita ekonomi dan bisnis lainnya yang dikemas secara analitik dan mendalam.
Rustam Agus
Rustam Agus - Bisnis.com 02 Oktober 2021  |  09:12 WIB
Aktivitas bongkar muat petikemas di Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan yang masuk dalam area kerja Pelindo IV, Selasa (1/1/2019). - Bisnis/Paulus Tandi Bone
Aktivitas bongkar muat petikemas di Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan yang masuk dalam area kerja Pelindo IV, Selasa (1/1/2019). - Bisnis/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA – Setelah empat BUMN Pelabuhan resmi bergabung dengan nama tunggal Pelindo, kini ditunggu upaya penurunan biaya logistik menjadi 17% yang hanya bisa dilakukan lewat inovasi dan perubahan proses bisnis pada komponen biaya THC dan marine.

Selain menyoroti langkah Pelindo berikutnya pasca merger sebagai salah satu berita pilihan, redaksi Bisnisindonesia.id juga menyajikan sejumlah berita ekonomi dan bisnis lainnya yang dikemas secara analitik dan mendalam.

Berikut intisari dari setiap berita pilihan meja redaksi tersebut

1. DITUNGGU AKSI JANGKA PENDEK PELINDO!

Mulai 1 Oktober 2021, tak ada lagi nama Pelindo I, Pelindo II, Pelindo III, dan Pelindo IV. Keempatnya melebur menjadi satu dengan nama tunggal: Pelindo.

Keempat BUMN pelabuhan itu telah resmi bergabung alias merger. Wacana yang digulirkan sejak puluhan tahun lampau akhirnya terwujud.

Dengan merger, perubahan akan terjadi, mulai dari kapasitas layanan hingga struktur dan sistem perusahaan.

Jika sebelumnya merger operasional setiap pelabuhan di wilayah operasi keempat Pelindo tidak terstandar dan kurang terkoordinasi secara nasional, maka setelah merger, bisnis dan operasional pelabuhan menjadi terstandar.

2. PUTUSAN MK BATALKAN RENCANA PENGALIHAN PROGRAM TASPEN DAN ASABRI

Pengalihan aset dari beberapa program di PT Taspen (Persero) dan PT Asabri (Persero) yang diatur dalam Undang Undang No.24/2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial batal berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

PT Taspen (Persero) dan PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia atau Asabri (Persero) menjadi dua perusahaan yang diamanatkan dalam UU tersebut untuk mengalihkan beberapa program.

3. REI BERI SINYAL DEVELOPER SIAP IKUT DALAM PEMBANGUNAN IKN

Para pengembang properti disebut memiliki peluang untuk bisa turut serta membangun rumah di Ibu Kota Negara (IKN) Baru di Kalimantan Timur.

Wakil Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI) Bidang Hubungan Luar Negeri Rusmin Lawin menyatakan pengembang anggota asosiasi tersebut siap untuk mendukung proyek IKN baru. Menurutnya, para investor asing juga tertarik dan mengikuti progres pembangunan IKN.

"Kami siap menjadi pionir bersama dengan pemerintah membangun proyek Ibu Kota baru ini. REI siap menjadi motor pionir di proyek phenomenal ini sekaligus sebagai icebreaker. Kalau REI ikut dan terlibat langsung dengan pemerintah, pasti banyak investor asing yang ikut karena mereka percaya, kami ikut," ujarnya pada Jumat (1/10/2021).

4. MENANGKAP MOMENTUM KRISIS ENERGI DI INGGRIS

Indonesia dinilai berpeluang menjadi pemasok gas untuk Inggris di tengah terganggunya pasokan gas dari Rusia dan Amerika Serikat. Krisis energi yang terjadi di negara itu dapat menjadi peluang pasar baru bagi komoditas gas dari Tanah Air.

Direktur Eksekutif Asosiasi Perusahaan Migas Nasional (Aspermigas) Moshe Rizal mengatakan tensi antara Eropa, Amerika Serikat, dan Rusia ditenggarai sebagai salah satu penyebab krisis di Inggris.

Posisi Indonesia sebagai negara yang cukup netral, tentunya bisa menjadi alternatif pemasok gas ke Eropa, kendati masih cukup menantang. Harga gas yang cukup mahal karena biaya produksi di dalam negeri yang sudah termasuk cukup tinggi, menjadi salah satu tantangan Indonesia untuk bisa memasok gas ke Inggris.

5. TELUR AYAM RAS JATUH PICU DEFLASI SEPTEMBER

Penurunan harga telur ayam ras dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan deflasi pada September.

Badan Pusat Statistik melaporkan deflasi bulanan 0,04% pada bulan lalu. Selama tahun berjalan, inflasi tercatat 0,8%, sedangkan secara tahunan 1,6%.

Penurunan harga sejumlah bahan pangan di tingkat konsumen menjadi penyebab deflasi. Telur ayam ras tercatat deflasi 0,07%, cabai rawit 0,03%, dan bawang merah 0,03%.

“Ini adalah deflasi kedua selama 2021 setelah terjadi di bulan Juni 2021,” kata Kepala BPS Margo Yuwono, Jumat (1/10/2021).

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pelabuhan pelindo ii
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top