Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Duh! Pemerintah AS Terancam Kehabisan Uang pada 18 Oktober 2021

Pemerintah AS dapat kehabisan uang tunai pada 18 Oktober 2021. Namun, hal ini bisa dihindari bila Kongres menyetujui kenaikan batas utang federal sebelum Kemenerian Keuangan melakukan upaya melestarikan sumber daya.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 30 September 2021  |  08:01 WIB
Duh! Pemerintah AS Terancam Kehabisan Uang pada 18 Oktober 2021
Menteri Keuangan perempuan pertama di Amerika Serikat Janet Yellen - Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen meningatkan pentingnya kenaikan batas utang kepada anggota parlemen Selasa lalu (28/7/2021).

Menurut Yellen, pemerintah dapat kehabisan uang tunai pada 18 Oktober 2021. Namun, hal ini bisa dihindari bila Kongres menyetujui kenaikan batas utang federal sebelum Kemenerian Keuangan melakukan upaya melestarikan sumber daya.

"Kami berharap Treasury akan dibiarkan dengan sumber daya terbatas yang akan habis dengan cepat," kata Yellen kepada anggota parlemen selama sidang Komite Perbankan Senat.

Yellen mengatakan setelah 18 Oktober, dia tak yakin Amerika Serikat mampu membayar kewajibannya. Pernyataan itu diungkapkan Yellen sehari setelah Senat Republik menolak kenaikan batas utang AS untuk membayar pengeluaran pemerintah.

Setelah sidang dengan parlemen, Yellen ditanya ihwal tenggat waktu yang kian mepet untuk menaikkan pagu utang. Yellen menjawab bahwa ia gagal menaikkan pagu utang yang bisa menjadi bencana krisis keuangan di AS. Powell juga mendesak Kongres untuk menaikkan batas utang tepat waktu guna menghindari gagal bayar atau default.

Menurut Yellen, Kementerian Keuangan telah melakukan langkah-langkah luar biasa agar dana pemerintah tetap mengalir setelah plafon utang tercapai selama musim panas. Tetapi persediaan uang akan habis dalam waktu 20 hari.

Rata-rata arus kas kotor harian pemerintah, tak termasuk pembiayaan hampir US$50 miliar per hari selama setahun terakhir. "Tidak pasti apakah kita dapat terus memenuhi semua komitmen setelah tanggal itu (18 Oktober)," tulis Yellen dalam sebuah surat yang dikutip dari Tempo.

Para ekonom memperkirakan kerugian bila Amerika Serikat gagal bayar. Default bisa menyebabkan bencana keuangan hingga menurunkan pertumbuhan ekonomi AS di tengah lonjakan suku bunga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

utang janet yellen government shutdown

Sumber : Tempo

Editor : Hadijah Alaydrus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top