Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Impor Komponen Sepeda 70 Persen Jadi Tantangan Industri

Sebagian komponen yang bisa diproduksi di dalam negeri antara lain frame dan ban, sedangkan untuk komponen seperti velg, produsen dalam negeri juga masih mengimpor barang setengah jadi.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 22 September 2021  |  07:35 WIB
Impor Komponen Sepeda 70 Persen Jadi Tantangan Industri
Pesepeda memacu kecepatannya di jalur sepeda permanen di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Minggu (9/5/2021). - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Tingginya impor komponen sepeda masih menjadi tantangan industri dalam negeri untuk tumbuh makin solid.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Sepeda dan Mainan Indonesia (APSMI) Eko Wibowo memperkirakan impor komponen sepeda saat ini sebesar 70 persen.

Sebagian komponen yang bisa diproduksi di dalam negeri antara lain frame dan ban, sedangkan untuk komponen seperti velg, produsen dalam negeri juga masih mengimpor barang setengah jadi.

Sementara itu, pasokan rantai sepeda dalam negeri juga mengalami kekurangan selama ini. Adapun hub sepeda, meski sudah ada yang memproduksi di dalam negeri, tetapi harganya kurang kompetitif dari produk impor.

"Velg masih bisa [diproduksi] disini, tetapi industrinya belum maksimal untuk beberapa tipe tertentu," katanya kepada Bisnis, Selasa (21/9/2021).

Eko mengatakan rendahnya produksi komponen dalam negeri menyebabkan pabrikan sempat kewalahan menghadapi lonjakan permintaan pada tahun lalu.

Dia juga menggarisbawahi, kekurangan komponen produksi dalam negeri terutama dirasakan sejak pemberlakuan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No.68/2020 tentang ketentuan impor alas kaki, elektronik, dan sepeda roda dua dan roda tiga.

Di satu sisi, pembatasan impor sepeda jadi, memacu kinerja produksi industri sepeda dalam negeri untuk memenuhi permintaan. Selain itu, kebijakan tersebut juga melindungi pasar domestik dari serbuan produk impor yang secara model dan harga lebih kompetitif.

Namun demikian, tingginya permintaan tak dibarengi dengan tersedianya pasokan komponen, terutama dari dalam negeri. Sedangkan impor komponen juga sempat mengalami kemacetan karena faktor pembatasan pandemi.

"Ini menjadi tantangan tersendiri untuk industri," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manufaktur impor sepeda
Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top