Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Banyak Emiten Tambang Jajaki PLTS, Ada Apa?

Salah satu emiten tambah yang akan membangun PLTS adalah PT Bukit Asam Tbk., yang menargetkan pembangunan pembangkit di tiga lokasi bekas tambang yang dimiliki perusahaan. 
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 09 September 2021  |  18:43 WIB
Banyak Emiten Tambang Jajaki PLTS, Ada Apa?
Aktivitas penambangan batu bara PT Bukit Asam (Persero) Tbk. di Tanjung Enim, Sumatra Selatan. - Bloomberg/Dadang Tri

Bisnis.com, JAKARTA — Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) mengapresiasi kian maraknya perusahaan tambang merencanakan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). 

Ketua Umum AESI Fabby Tumiwa menilai pembangunan PLTS sebagai satu bentuk dukungan terhadap program pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) hingga 23 persen pada 2025. Artinya besaran EBT yang harus dibangun paling tidak mencapai 14 gigawatt. 

“Waktunya hanya 4 tahun. Ini tidak mungkin dilakukan sendiri oleh PLN, tapi untuk mencapai target itu harus ada kontribusi dari berbagai pihak yang non-PLN,” katanya kepada Bisnis, Kamis (9/9/2021). 

Pembangunan PLTS rencananya akan dilakukan oleh PT Bukit Asam Tbk. Perusahaan tambang ini menargetkan pembangunan pembangkit di tiga lokasi bekas tambang yang dimiliki perusahaan. 

Ketiganya berada di bekas tambang batu bara Ombilin Sumatra Barat, Tanjung Enim Sumatra Selatan serta Bantuas Kalimantan Timur. Kata Fabby, pembangunan PLTS juga salah satu pembangkit yang dapat dibangun dengan cepat serta investasi berbiaya murah.  

Pembangunan ini dinilai juga berhubungan dengan upaya perusahaan untuk menekan biaya operasi tambang untuk menghasikan batu bara. Langkah tersebut turut menjadi salah satu langkah diversifikasi usaha perusahaan setelah selama ini berfokus pada penambangan batu bara.

“Banyak juga perusahaan batu bara yang mulai melirik bisnis lain yang bisa menjadi sumber revenue mereka salah satunya PLTS. Kenapa PLTS? ya karena teknologinya mudah diakuisisi dan juga relatif sederhana untuk masuk ke bisnis PLTS itu,” terangnya.

Menurutnya, sejumlah perusahaan pertambangan juga telah memulai diversifikasi tersebut, seperti PT Indika Energy Tbk., PT Adaro Energy., PT Medco Energi Internasional Tbk., dan PT Mitrabara Adiperdana Tbk.  

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Bukit Asam Apollonius Andwie C mengatakan rencana pembangunan PLTS masih dibahas bersama dengan PT PLN (Persero). Belum diketahui sejauh mana progres dari pembahasan proyek ini.

Umumnya, setelah menjadi Independent Power Producer (IPP), perusahaan produsen listrik dapat melakukan kontrak jual beli atau power purchase agreement dengan PLN. Salah satunya seperti PT Paiton Energy yang melakukan PPA dengan PLN untuk membangun PLTU serta menjadi pemasok listrik di Jawa–Bali.

“Untuk proyek PLTS di area pasca tambang PTBA di Ombilin, Tanjung Enim, dan Bantuas masih sedang dibahas bersama PLN untuk bisa menjadi IPP,” katanya kepada Bisnis, Kamis (9/9/2021).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertambangan energi terbarukan plts
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top