Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Volume Transaksi Naik, BPJT Dorong Modernisasi Jalan Tol

Badan Pengatur Jalan TOl (BPJT) meramalkan volume transaksi jalan tol pada akhir 2021 akan lebih tinggi dari prognosis awal tahun. Adapun, prognosis volume transaksi jalan tol pada 2021 adalah Rp22,5 triliun, atau tumbuh 17,24 persen dari capaian 2020.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 08 September 2021  |  14:23 WIB
Ilustrasi Gerbang Tol Pamulang di Jalan Tol Serpong-Cinere. - Jasa Marga
Ilustrasi Gerbang Tol Pamulang di Jalan Tol Serpong-Cinere. - Jasa Marga

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Pengatur Jalan TOl (BPJT) meramalkan volume transaksi jalan tol pada akhir 2021 akan lebih tinggi dari prognosis awal tahun. Adapun, prognosis volume transaksi jalan tol pada 2021 adalah Rp22,5 triliun, atau tumbuh 17,24 persen dari capaian 2020.

BPJT memprediksi, akan ada percepatan pertumbuhan volume transaksi jalan tol pada tahun ini. BPJT mendata, volume transaksi pada semester I/2021 telah mencapai sekitar Rp12 triliun.

“Sehingga kami akan mencapai [volume transaksi] Rp23 triliun sampai Rp25 triliun pada akhir 2021,” kata Kepala BPJT Danang Parikesit dalam diskusi publik Reformasi Sistem Transaksi Tol sebagai Upaya Meningkatkan Pelayanan Kepada Pelanggan, Rabu (8/9/2021).

Jika ramalan tersebut terealisasi, Danang menilai, jalan tol akan menjadi industri yang cukup tangguh dan tumbuh walau ada pandemi. Oleh karena itu, industri jalan tol butuh pengelolaan yang lebih modern.

Menurutnya, salah satu teknologi yang dapat mengubah industri jalan tol adalah penerapan teknologi transaksi jalan tol nontunai nirsentuh, yakni multi lane free flow (MLFF) berbasis global navigation satellite system (GNSS).

Danang berujar, penerapan teknologi tersebut sudah didukung dengan penerbitan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 18/2020 tentang Transaksi Nontunai Nirsentuh.

Seperti diketahui, PT Roatex Indonesia Toll System (RITS) telah memenangkan lelang konstruksi sistem MLFF tersebut. Saat ini, RITS sedang berdiskusi dengan pada Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) terkait implementasi sistem tersebut di rus-ruas tol nasional.

Danang mengatakan, RITS dijadwalkan untuk menyerahkan dokumen terkait desain MLFF pada akhir kuartal III/2021. Selain itu, RITS juga akan menyerahkan dokumen proof of concept dan aplikasi MLFF per Oktober 2021.

“Pada Juli 2022 akan ada pilot project dan akhirnya pada September 2023 kami lakukan [implementasi MLFF] secara penuh [di seluruh ruas tol di dalam negeri],” ucapnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jalan tol bpjt
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top