Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kejar Target Produksi Udang Nasional, Ini Strategi KKP

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memiliki sejumlah terobosan untuk menggenjot produktivitas udang nasional.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 03 September 2021  |  06:46 WIB
Pasar ikan Gudang Lelang di Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung./Antara - Hisar Sitanggang
Pasar ikan Gudang Lelang di Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung./Antara - Hisar Sitanggang

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan target produksi udang nasional sebanyak 2 juta ton per tahun pada 2024. 

Untuk mewujudkan target tersebut, KKP bekerjasama dengan pemerintah daerah segera membangun tambak udang berbasis kawasan seluas 100 hektare di Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah. Pembangunan fisik direncanakan dimulai tahun depan.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Tb Haeru Rahayu mengatakan tambak udang berbasis kawasan di Kebumen akan menjadi percontohan yang dapat direplikasi di daerah lain Indonesia.

"Kita membuat modelling budidaya udang berbasis kawasan. Ini yang akan kita coba dorong terus. Alhamdulillah, tahun ini kami berkolaborasi dengan Pemkab Kebumen. Pak Bupati sudah mendukung," ujar Tebe -sapaan Tb Haeru Rahayu- dikutip dari keterangan resminya, Jumat (3/9/2021).

Pembangunan tambak udang berbasis kawasan di Kebumen menggunakan pertimbangan ekologi dan ekonomi. Sasarannya pun tidak hanya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan peningkatan pendapatan asli daerah, tetapi juga kelestarian ekosistem.

Untuk menjamin kelestarian ekosistem ini, kata Tebe, tambak udang berbasis kawasan di Kebumen dilengkapi dengan tandon air dan instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Infrastruktur lainnya berupa water intake, saluran outlet, laboratorium, gudang pakan, bangunan pasca panen, rumah genset, rumah jaga tambak, dan jalan produksi.

"Paling pokok, tambak ramah lingkungan sesuai prinsip blue economy. Tidak merusak mangrove, ada water treatment, IPAL, tandon. IPAL ini yang paling pokok, sehingga sisa proses budidaya tidak langsung dirilis ke laut, tapi ada treatment. Kita ingin tetap menjaga kondisi ekologi sesuai dengan standar," ungkap Tebe.

Melalui skema tambak udang berbasis kawasan di lahan 100 hektare di Kebumen, KKP menargetkan peningkatan produksi menjadi 80 ton/hektare/tahun. Terget tersebut diyakini Tebe bisa dicapai sebab tambak udang berbasis kawasan menggunakan pendekatan keilmuan.

Selain skema tambak udang berbasis kawasan, KKP memiliki terobosan lain yakni tambak udang terintegrasi dengan penggunaan lahan yang lebih luas yakni sekitar 1.000 hektare.

Kemudian ada juga terobosan revitalisai tambak udang tradisional yang luasnya mencapai 5.000 hektare di seluruh Indonesia. Revitalisasi untuk meningkatan volume produksi dari 0,6 ton per hektare menjadi 2 ton per hektare.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

udang kkp
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top