Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Industri Kimia Berharap Tahun Depan Menuju Pemulihan

Adapun sebelum adanya PPKM Darurat yang dilanjutkan PPKM Level 3 dan 4, utilisasi industri kimia sekitar 50-60 persen. Proyeksi penurunan utilisasi saat PPKM sekitar 40–50 persen.
Ipak Ayu
Ipak Ayu - Bisnis.com 30 Agustus 2021  |  14:50 WIB
Industri Kimia Berharap Tahun Depan Menuju Pemulihan
Ilustrasi industri kimia. - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Industri kimia dasar berharap prospek tahun depan yang lebih baik guna mencapai kondisi seperti sebelum pandemi pada tahun setelahnya atau mulai 2023.

Adapun Kementerian Perindustrian tahun depan memproyeksi pertumbuhan manufaktur akan berkisar 4,5–5 persen atau sedikit naik dari proyeksi tahun ini yang 4–4,5 persen.

Ketua Umum Asosiasi Kimia Dasar Anorganik (Akida) Michael Susanto Pardi menilai target pertumbuhan tahun ini dikisaran 4 persen bukan berarti telah diikuti kondisi ekonomi yang kembalu di level sebelum pandemi Covid-19.

Hal itu, mengingat kontraksi pada 2020 cukup menekan kegiatan di industri manufaktur. Michael menyebut kapasitas produksi harua turun sekitar 40–50 persen dari periode 2019.

"Jadi, kenaikan 4 persen pada tahun ini dan dengan proyeksi tahun depan belum akan membuat kapasitas industri kembali ke 2019, tetapi pertumbuhan positif tentunya membuat kita semua mempunyai harapan dan semangat yang positif," katanya kepada Bisnis belum lama ini.

Michael menyebut dengan begitu harapan industri untuk benar-benar pulih pada 2023 atau 2024 bisa terjadi.

Adapun sebelum adanya PPKM Darurat yang dilanjutkan PPKM Level 3 dan 4, utilisasi industri kimia sekitar 50-60 persen. Proyeksi penurunan utilisasi saat PPKM sekitar 40–50 persen.

Michael juga menyebut secara keseluruhan akan sulit mengharapkan pertumbuhan yang kuat pada semester II/2021 ini. Adapun pada semester I/2021 Michael juga masih menilai kinerja masih lemah.

Alhasil, tahun ini industri belum bisa memastikan target pertumbuhan 5–10 persen seperti yang diharapkan pada awal tahun akan tercapai.

"Target pertumbuhan sepertinya akan sulit walau kami masuk sektro kritikal yang bisa beroperasi 100 persen," ujar Michael.

Sementara itu, Michael mengapresiasi postur rencana anggaran pendapatan dan belanja negara atau RAPBN 2022 yang sudah cukup merefleksikan kondisi saat ini. Bahkan, dia menyebut pemerintah sudah membuat proyeksi terbaik sesuai kondisi makro ekonomi dan geopolitik yang sedang berlangsung.

Apalagi, pemerintah juga memberi penekanan pada fleksibilitas dalam mengelola anggaran ke depan. Hal itu sudah tepat mengingat dengan situasi yang VUCA atau volatility, uncertainty, complexity, and ambiguity ini diperlukan adjustment dan agility apabila terjadi perubahan indikator yang signifikan.

"Strategi dan taktik perlu disesuaikan segera. Evaluasi tiga bulanan sekarang menjadi sangat penting dan melakukan tindakan koreksi secepatnya, tidak perlu lagi menunggu setahun sekali," kata Michael.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manufaktur industri kimia PPKM Darurat
Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top