Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pengembangan PLTS Atap, Subsidi Berkurang karena Konsumsi Gas PLN Turun

Perubahan persentase ekspor PLTS atap menjadi 1:1 akan memberikan penghematan subsidi sebesar Rp0,23 triliun.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 27 Agustus 2021  |  13:37 WIB
Pengembangan PLTS Atap, Subsidi Berkurang karena Konsumsi Gas PLN Turun
Ilustrasi PLTS atap. - Kementerian ESDM
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya atau PLTS atap bisa mengurangi subsidi kelistrikan yang digelontorkan pemerintah melalui penghematan penggunaan bahan bakar untuk pembangkit.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana mengatakan bahwa perubahan persentase ekspor PLTS atap menjadi 1:1 akan memberikan penghematan subsidi sebesar Rp0,23 triliun.

“Paling gampang dari sisi ekonomis dan teknis yang setidaknya mengurangi porsi pembangkitan dari pembangkit listrik tenaga gas atau yang berbasis, baik dari gas bumi melalui pipa maupun LNG dan CNG,” katanya, Jumat (27/8/2021).

Rida menuturkan, pembangkit listrik yang menggunakan gas bukanlah base loader dalam penyediaan listrik, tetapi lebih banyak berfungsi sebagai follower atau peaker.

Menurutnya, masuknya PLTS atap ke dalam sistem kelistrikan akan membuat subsidi yang harus dibayar pemerintah berkurang, karena biaya bahan bakar untuk pembangkit menurun.

Penghematan pengeluaran subsidi pemerintah dari berkurangnya konsumsi gas PLN bisa mencapai Rp53,92 triliun, seiring dengan penerapan konsumsi listrik dari PLTS atap dengan nilai ekspor 1:1 atau 100 persen.

Rida memaparkan, kontribusi pembangkit listrik yang berbasis gas dalam sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali (Jamali) dengan beban puncak sebesar 25.000 megawatt (MW) adalah sebesar 3.000--6.000 MW karena sifatnya yang hanya sebagai follower, sehingga tidak akan mengganggu sistem kelistrikan yang ada.

“Kalau dibandingkan dengan biaya operasionalnya, gas itu US$6 per MMBtu. Ada US$4,5 yang kita hemat dari penggunaan PLTS atap,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PLN kementerian esdm plts
Editor : Lili Sunardi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top