Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Retorika Kemakmuran Bersama Meningkat, Xi Jinping Kejar Kesetaraan China

Tahun lalu, Xi Jinping mulai lebih sering merujuk pada kemakmuran bersama dan terus meningkat hingga kini. Frasa tersebut telah muncul 65 kali dalam pidato dan pertemuan Xi sepanjang 2021.
Xi Jinping/Reuters
Xi Jinping/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Retorika Presiden Xi Jinping tentang kemakmuran bersama sepanjang tahun ini mengindikasikan komitmen Partai Komunis untuk menutup kesenjangan di negara itu.

Istilah itu muncul secara sporadis dalam delapan tahun pertamanya berkuasa. Tahun lalu, ia mulai lebih sering merujuk pada kemakmuran bersama dan terus meningkat hingga kini. Frasa tersebut telah muncul 65 kali dalam pidato dan pertemuan Xi sepanjang tahun ini, dibandingkan dengan 30 kali sepanjang tahun lalu.

Maria Repnikova, yang mempelajari komunikasi politik China di Georgia State University mengatakan slogan itu menandakan kekuatan niat Xi pada persoalan ketimpangan.

"Slogan sering kali berarti perubahan kebijakan baru dan dapat menandakan bagaimana kebijakan tersebut berubah. Mereka juga sering kali luas, meninggalkan beberapa ruang untuk ambiguitas dan penyesuaian dalam interpretasi," katanya, dilansir Bloomberg, Senin (23/8/2021).

Pemerintah memberikan poin yang lebih baik pada minggu lalu. Komite urusan ekonomi dan keuangan utama partai berjanji pada pertemuan Selasa pekan ini untuk menyesuaikan pendapatan tinggi secara wajar, mendorong filantropi dan mengejar strategi lain untuk mendistribusikan pendapatan negara ke dalam struktur berbentuk zaitun yang lebih ideal, kecil di kedua ujungnya dan gemuk di tengah.

Para pembuat kebijakan terkemuka juga berjanji untuk menggunakan kebijakan perpajakan, jaminan sosial, dan pembayaran transfer untuk mengatasi pendapatan ilegal dan tidak masuk akal.

Ide kemakmuran bersama pada awalnya diperkenalkan dalam dokumen partai oleh Mao Zedong untuk mencerminkan masyarakat yang lebih egaliter. Namun istilah itu tidak sering digunakan di bawah Deng Xiaoping, yang mengalihkan fokus untuk mengembangkan ekonomi yang akan memungkinkan beberapa orang menjadi kaya terlebih dahulu. Kesejahteraan bersama, katanya, akan datang belakangan.

Sebanyak 20 persen orang terkaya di China berpenghasilan lebih dari 10 kali dari 20 persen orang termiskin, kesenjangan yang tidak pernah berubah sejak 2015.

Negara ini memiliki 400 juta orang di kelas menengah, sekitar sepertiga dari populasinya, yang didefinisikan sebagai mereka yang memiliki pendapatan rumah tangga tahunan antara 100.000 yuan (US$15.392) dan 500.000 yuan. Lebih dari 600 juta orang di China masih hidup dengan pendapatan bulanan 1.000 yuan.

Dalam serangkaian komentar halaman depan yang diterbitkan dalam beberapa hari terakhir, surat kabar resmi Economic Daily mengatakan China perlu mencegah jebakan kesejahteraan tinggi. Pemerintah perlu menerapkan kebijakan yang mendorong orang untuk mencapai kekayaan melalui kerja keras dan inovasi, kata surat kabar itu.

Partai tersebut telah mengakui adanya kesulitan dan kerumitan tugas yang ada dan telah meminta pemerintah daerah untuk secara bertahap mendorong kesetaraan.

Xi berjanji tahun lalu untuk membuat kemajuan yang lebih substansial pada kemakmuran bersama untuk semua pada 2035. Dia menyusun sebuah program percontohan di Provinsi Zhejiang untuk mempersempit kesenjangan pendapatan di sana pada 2025.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Reni Lestari
Sumber : Bloomberg
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper