Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Demi Ekspor dan Kesejahteraan Petani, Airlangga Ingin Subsektor Hortikultura Digenjot

Peningkatan tersebut didominasi oleh ekspor buah-buahan senilai US$389,9 juta, yang meningkat 30,31 persen dibandingkan di 2019. Adapun, tujuan utama ekspor ini adalah ke China, Hong Kong, Malaysia, Arab Saudi, dan Pakistan.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 09 Agustus 2021  |  15:02 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto / Youtube Sekretariat Presiden RI
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto / Youtube Sekretariat Presiden RI

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan hortikultura merupakan subsektor dari pertanian yang memiliki potensi tinggi karena meningkatkan perekonomian melalui ekspor, serta mendorong kesejahteraan petani.

Di sisi ekspor, Airlangga menyebut ekspor hortikultura di 2020 mencapai US$645,48 juta, atau meningkat 37,75 persen dibandingkan dengan 2019.

Peningkatan tersebut didominasi oleh ekspor buah-buahan senilai US$389,9 juta, yang meningkat 30,31 persen dibandingkan di 2019. Adapun, tujuan utama ekspor ini adalah ke China, Hong Kong, Malaysia, Arab Saudi, dan Pakistan.

“Hortikultura adalah subsektor yang memiliki potensi untuk didorong. Pemerintah juga terus mendorong dan bahkan Bapak Presiden meminta agar ekspor sektor ini terus digenjot dan berbagai regulasi yang menghambat segera diselesaikan,” tuturnya pada Penyelenggaraan Gelar Buah Nusantara (GBN) ke-6 2021, Senin (9/8/2021).

Sementara itu, dari 2000-2020, rata-rata produksi, meningkat sebesar 6,06 persen. Peningkatan produksi juga, tambah Airlangga, turut diikuti oleh peningkatan konsumsi masyarakat.

“Karena sektor ini juga memperkerjakan para tenaga kerja, para petani, dan juga secara tidak langsung, pekerja langsung, petani langsung, maupun value chain-nya yang sebesar 13 juta,” jelasnya.

Meski begitu, peningkatan produksi tidak diikuti dengan peningkatan konsumsi masyarakat Indonesia untuk buah, setidaknya mencapai batas minimal angka kecukupan gizi yang ditetapkan oleh WHO.

Airlangga menuturkan rata-rata konsumsi masyarakat Indonesia untuk buah-buahan di 2020 sebesar 88,56 gram/kapita/hari, dan turun sebesar 1,4 persen dibanding dengan 2019.

“Angka ini hanya sebesar 59,04 persen dari batas minimal angka kecukupan gizi dari WHO yang tentunya rekomendasinya sebesar 150 gram/kapita/hari,” katanya.

Airlangga berharap acara yang telah digelar ke-6 kalinya ini, menjadi momentum kebangkitan buah nusantara agar berjaya di dalam negeri dan berdaya saing di luar negeri. Hal itu nantinya diharapkan dapat mendorong nilai tukar petani (NTP) lebih tinggi.

“Saya berharap bahwa kegiatan ini menjadi ajang promosi dan sosialisasi secara luas, dan tentunya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi buah nusantara. Sehingga, perekonomian akan terus meningkat dan juga terjadi korporatisasi hortikultura di mana petani menikmati tidak hanya di on-farm, tapi juga dilibatkan di off-farm,” kata Airlangga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor hortikultura petani airlangga hartarto
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top