Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kinerja SMF Semester I/2021, Aset dan Laba Naik tapi Pembiayaan Turun

Saat ini perseroan tengah giat dalam mengoptimalkan peran dan fungsinya sebagai fiscal tools pemerintah dalam mendorong bangkitnya industi perumahan baik dari sisi pasokan maupun permintaan sesuai perluasan mandat yang telah diberikan oleh pemerintah.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 05 Agustus 2021  |  12:31 WIB
Foto udara komplek perumahan di kawasan Gading Serpong, Kelapa Dua, Tangerang, Banten, Jumat (11/6/2021).  - Bisnis/Abdullah Azzam
Foto udara komplek perumahan di kawasan Gading Serpong, Kelapa Dua, Tangerang, Banten, Jumat (11/6/2021). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) telah berhasil menyalurkan pembiayaan kepada penyalur KPR sebesar Rp3,66 triliun pada semester I/2021, turun 12,8 persen secara tahunan. 

Sementara itu total aset perseroan sampai dengan semester I sebesar Rp31,95 triliun, naik 8,97 persen dan laba bersih naik 27,58 persen menjadi Rp310 miliar. 

Direktur Utama PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) Ananta Wiyogo mengatakan pencapaian kinerja positif sepanjang semester I/2021 di tengah pandemi Covid-19 yang masih bergulir, khususnya dalam memaksimalkan peran sebagai Special Mission Vehicle (SMV) dalam mendukung percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di sektor perumahan.

Kinerja perseroan tetap tumbuh dengan baik di tengah pandemi baik melalui penyaluran pinjaman (pembiayaan) kepada lembaga penyalur KPR, serta pendapatan usahanya.

Saat ini perseroan tengah giat dalam mengoptimalkan peran dan fungsinya sebagai fiscal tools pemerintah dalam mendorong bangkitnya industi perumahan baik dari sisi pasokan maupun permintaan sesuai perluasan mandat yang telah diberikan oleh pemerintah.

Secara kumulatif total akumulasi dana yang dialirkan dari pasar modal ke sektor pembiayaan perumahan dari tahun 2006 sampai dengan 30 Juni 2021, mencapai sebesar Rp72,8 triliun yang terdiri dari pembiayaan sebesar Rp59,86 triliun, sekuritisasi KPR sebesar Rp12,78 triliun dan pembelian KPR sebesar Rp156 miliar. 

"Dana yang telah dialirkan tersebut telah membiayai 1,13 juta debitur KPR yang terdiri dari 62,12 persen pembiayaan, 16,45 persen KPR FLPP, 21,3 persen sekuritisasi dan 0,13 persen  pembelian KPR," ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (5/8/2021). 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti sarana multigriya finansial
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

To top