Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Danone Kembangkan Penjelajahan Tumbuhan untuk Formulasikan Makanan Sehat

Kemitraan itu berkembang dari hanya di Amerika Utara ke seluruh rantai pasokan global Danone, dan merupakan contoh terbaru dari prinsip "makanan sebagai obat", sebuah gerakan yang berkembang yang bermaksud mengaburkan garis farmakologi, nutrisi, dan keberlanjutan.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 04 Agustus 2021  |  16:43 WIB
Danone Kembangkan Penjelajahan Tumbuhan untuk Formulasikan Makanan Sehat
Logo Danone
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Raksasa industri makanan-minuman asal Prancis, Danone ingin membuat produknya lebih menarik bagi konsumen yang sadar akan kesehatan, dengan masuk lebih dalam ke dunia tanaman yang tersembunyi.

Produsen yogurt terbesar di dunia itu memperluas kesepakatan dengan Brightseed yang berbasis di San Francisco, sebuah startup yang menggunakan kecerdasan buatan untuk mengungkap molekul pada tanaman yang memiliki hubungan langsung dengan kesehatan manusia.

Kemitraan itu berkembang dari hanya di Amerika Utara ke seluruh rantai pasokan global Danone, dan merupakan contoh terbaru dari prinsip "makanan sebagai obat", sebuah gerakan yang berkembang yang bermaksud mengaburkan garis farmakologi, nutrisi, dan keberlanjutan.

Itu terjadi ketika konsumen yang lelah akan pandemi menjadi lebih sadar akan kesehatan, dan makanan berbahan nabati menjadi sangat populer.

"Ini belum pernah terjadi sebelumnya apa yang terjadi di seluruh dunia,” kata Taisa Hansen, Wakil Presiden Senior Penelitian dan Inovasi di Danone, dilansir Bloomberg, Rabu (4/8/2021).

Kemitraan tiga tahun baru dengan Brightseed akan memungkinkan Danone untuk lebih memahami tanaman dari tahap panen hingga tersaji di meja makan.

Sebelumnya, perusahaan berfokus secara eksklusif pada kedelai, mengidentifikasi tujuh manfaat kesehatan potensial melalui molekul yang baru diperiksa, menurut Brightseed. Molekul yang bermanfaat akhirnya bisa dimasukkan ke dalam produk makanan dan minuman.

Sementara uji klinis diperlukan untuk mengkonfirmasi temuan tersebut, Brightseed mengatakan bahwa penemuan tersebut memiliki potensi untuk merombak cara kedelai ditanam di daerah tertentu, bagaimana diproses, serta mengubah bagaimana biji minyak dihargai untuk kesehatan di luar apa yang sudah diketahui tentang manfaatnya pada jantung. Itu bisa memiliki implikasi besar bagi dunia medis dan produsen salah satu komoditas pertanian terbesar dunia.

Brightseed, yang telah mengumpulkan pendanaan sekitar US$52 juta hingga saat ini, sedang berusaha membangun apa yang dikatakannya sebagai perpustakaan senyawa tanaman terbesar di dunia dengan memetakan 99 persen bioaktif yang tidak diketahui atau belum dipetakan, juga disebut sebagai fitonutrien atau fitokimia.

Brightseed mengumumkan pada Januari bahwa teknologi AI Forager-nya telah menemukan fitonutrien di sekitar 80 sumber tanaman umum yang mengungguli obat-obatan yang diketahui untuk memerangi penyakit hati berlemak nonalkohol. Studi ini kemudian diterbitkan dalam jurnal medis Cell Death & Disease dan senyawa tersebut ditetapkan untuk uji klinis manusia tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

prancis danone

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top