Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perhitungan TKDN Laptop Segera Dirilis, Ini Bocorannya

Tahun lalu Kemenperin telah merilis Permenperin 22/2020 tentang tata cara perhitungan TKDN untuk seluruh produk elektronika baik produk digital maupun nondigital.
Ipak Ayu
Ipak Ayu - Bisnis.com 03 Agustus 2021  |  18:07 WIB
Ilustrasi.  - Thenewspaperworks
Ilustrasi. - Thenewspaperworks

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyebut akan segera merilis skema perhitungan tingkat kandungan dalam negeri atau TKDN untuk produk laptop.

Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kementerian Perindustrian Ali Murtopo Simbolon mengatakan tahun lalu Kemenperin telah merilis Permenperin 22/2020 tentang tata cara perhitungan TKDN untuk seluruh produk elektronika baik produk digital maupun nondigital.

Ali menyebut setelah mendapat masukkan dari berbagai pihak, utamanya supaya mendorong tumbuhnya ekosistem laptop di dalam negeri maka untuk laptop akan dibuat aturan untuk perhitungan TKDN tersendiri.

"Skema khusus itu seperti halnya untuk produk HKT atau Handphone, Komputer Tablet, dan Komputer Genggam. Saat ini proses TKDN laptop sudah finalisasi di Biro Hukum," katanya kepada Bisnis, Selasa (3/8/2021).

Kemenperin saat ini mencatat ada lima produsen perakitan laptop di dalam negeri yaitu PT Zyrexindo Mandiri Buana, PT Tera Data Indonusa, PT Supertone, PT Evercoss Technology Indonesia, PT Bangga Teknologi Indonesia, dan Acer Manufacturing Indonesia. 

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Taufiek Bawazier menyebut regulasi TKDN tersebut nantinya akan menetapkan threshold atau ambang batas sebesar 40 persen untuk produk laptop serta tata cara perhitungannya

Peraturan tersebut diharapkan akan menjadi acuan pada pengadaan melalui e-katalog yang menggunakan dana APBN dan APBD.

Sementara itu, Kemenperin mendata nilai impor laptop setiap tahunnya rerata mencapai US$1 miliar, atau setara Rp14,49 triliun. Laptop pun menjadi produk impor dengan nilai paling besar pada kelompok elektronika.

Rinciannya, impor laptop pada 2018 sebesar US$1,05 miliar, 2019 senilai US$1,1 miliar. Namun, tahun lalu nilai impor laptop turun menjadi US$587 juta karena pandemi covid-19.

Adapun pangsa pasar impor saat ini adalah 95 persen dari total permintaan rerata 3 juta unit per tahun. Alhasil, pangsa pasar laptop lokal hanya 5 persen saat ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

laptop tkdn kementerian perindustrian Industri Elektronik
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top