Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Intiland (DILD) Optimistis Tren Penjualan Rumah Tapak Masih Positif di Semester II/2021

Meski demikian, perseroan tidak menampik Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat ini berdampak pada penjualan rumah di bulan Juli.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 27 Juli 2021  |  22:07 WIB
Intiland (DILD) Optimistis Tren Penjualan Rumah Tapak Masih Positif di Semester II/2021
Foto udara komplek perumahan di kawasan Gading Serpong, Kelapa Dua, Tangerang, Banten, Jumat (11/6/2021). Bisnis - Abdullah Azzam
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pengembang perumahan optimistis tren pertumbuhan penjualan rumah tapak di semester kedua tahun ini masih tetap positif. 

Direktur PT Intiland Development Tbk (DILD) Archied Noto Pradono mengatakan saat ini penjualan rumah tapak masih memiliki tren yang positif. Hal ini dikarenakan kebutuhan akan hunian khususnya rumah tapak. 

"Masih tetap positif trennya untuk rumah tapak meski ada PPKM," ujarnya kepada Bisnis, Selasa (27/7/2021). 

Namun demikian, pihaknya tidak menampik Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat ini berdampak pada penjualan rumah di bulan Juli. Dia berharap ketertinggalan penjualan rumah tapak di bulan Juli ini dapat dikejar pada bulan selanhutnya. 

"Penjualan sampai dengan Juni kita udah mencapai hampir 50% dari target Rp2 triliun. Kami yakin bisa capai itu hingga akhir tahun," katanya. 

Sekretaris Perusahaan PT Intiland Development Tbk Theresia Rustandi menambahkan perusahaan masih fokus menyasar hunian rumah tapak segmen millenial dengan harga mulai dari Rp700 juta hingga Rp1 miliar. 

Hal itu dikarenakan para pekerja milenial yang berasal dari luar Jakarta dan dalam kondisi pandemi saat ini mendorong untuk membeli rumah. 

Terlebih, masih ada kekurangan rumah 11 juta unit atau backlog di Indonesia sehingga rumah tapak masih memiliki prospek yang cerah.  

Saat ini, dengan adanya stimulus properti yang besar akan menjadi momentum tepat untuk konsumen terutama millenial membeli properti dengan harga diskon. 

"Kami yakin permintaan rumah milenial akan terus meningkat. Perlu ada insentif pembiayaan dari pemerintah juga mempermudah generasi milenial membeli properti pertamanya. Misalnya uang muka kredit rumah 0%, PPN ditanggung pemerintah sebesar 50-100% untuk penjualan hunian siap huni, hingga kemudahan pola bayar," tuturnya. 

Adapun tahun ini, Intiland meluncurkan beberapa pengembangan baru di sejumlah proyek. Beberapa pengembangan baru tersebut seperti peluncuran klaster Duo di perumahan Talaga Bestari di Tangerang, klaster Sierra di proyek Serenia Hills di Jakarta, dan tiga klaster baru di perumahan Graha Natura Surabaya.

Adapun klaster Duo di Talaga Bestari untuk market milenial mapan. Lalu untuk klaster Magnolia di Graha Natura Surabaya untuk  memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap unit hunian yang lebih luas dan premium

"Untuk klaster di Serenia Hills ada yang lebih murah dari varian sebelumnya. Proyek di Surabaya akan ada klaster baru perumahan di samping danau di Graha Natura. Semua lebih ke pembangunan rumah tapak," ucapnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perumahan rumah tapak intiland development
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top