Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Evaluasi PPKM, Ada Tren Penyusutan Penumpang dan Kargo Bandara

Sejak dimulainya implementasi PPKM Darurat Jawa - Bali hingga PPKM level 4, kedua BUMN pengelola bandara-bandara di Indonesia melaporkan adanya tren penurunan jumlah pergerakan baik penumpang, pesawat udara, serta kargo.
PT Angkasa Pura I (Persero) menerapkan social distancing di Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar./Dok. Istimewa
PT Angkasa Pura I (Persero) menerapkan social distancing di Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar./Dok. Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Bandara-bandara yang dikelola oleh PT Angkasa Pura I (persero) dan PT Angkasa Pura II (persero) mengalami tren penurunan jumlah pergerakan penumpang secara drastis hingga 76 persen serta penurunan pergerakan pesawat dan kargo selama PPKM Darurat hingga PPKM level 4.

Direktur Utama AP I Faik Fahmi mengatakan sejak dimulainya implementasi PPKM Darurat Jawa - Bali hingga PPKM level 4 terdapat tren penurunan jumlah pergerakan baik penumpang, pesawat udara, serta kargo.

Dia memerinci untuk penumpang, terdapat penurunan yang sangat drastis, yaitu hingga 76 persen. Untuk pergerakan pesawat udara dan kargo, masing-masing mengalami penurunan sebesar 54 persen dan 16 persen. 

Menurutnya, dengan melihat tren penurunan ini dapat dikatakan menjadi pertanda kebijakan PPKM Darurat mampu menekan pergerakan warga masyarakat melalui transportasi udara.

“Ditetapkannya masa PPKM Darurat pada 3 Juli lalu, hingga tanggal 25 Juli, tercatat sebanyak 600.897 penumpang pesawat udara telah terlayani di 15 bandara di bawah pengelolaan Angkasa Pura I. Penumpang sejumlah itu terlayani melalui 11.461 pergerakan pesawat udara,” ujarnya, Senin (26/7/2021).

Sementara untuk pergerakan kargo, sebanyak 23.128.328 kg barang tercatat telah terlayani di 15 bandara Angkasa Pura I.

“Dengan membandingkan catatan pada rentang waktu pelaksanaan PPKM Darurat pada 3-25 Juli [23 hari pencatatan] dengan periode rentang waktu yang sama pada masa sebelum implementasi PPKM Darurat pada tanggal 10 Juni hingga 2 Juli, tercatat terdapat penurunan pergerakan yang terlayani,” imbuhnya.

Sebagai perbandingan selama periode 10 Juni 2021 hingga 2 Juli 2021, tercatat sebanyak 2,52 juta penumpang terlayani melalui 24.985 pergerakan pesawat udara di 15 bandara Angkasa Pura I. Pada periode yang sama, sebanyak 27,649 juta kg kargo tercatat telah terlayani.

Meskipun lalu lintas angkutan udara mengalami penurunan yang cukup drastis, Faik menekankan hal ini tidak mengurangi komitmen untuk tetap memberikan layanan terbaik bagi pengguna jasa bandara. 

Khusus untuk layanan kargo, termasuk untuk layanan ekspor dan impor, Faik juga memastikan tetap beroperasi secara normal dan lancar. Faik menegaskan pada masa seperti sekarang ini, penting bagi pergerakan barang melalui transportasi udara tetap berjalan lancar untuk dapat mengatrol perekonomian yang terdampak cukup besar oleh pandemi.

Sementara itu, VP Corporate Communication PT Angkasa Pura II Yado Yarismano menuturkan sebagai gambaran penumpang di bandara Soekarno-Hatta sebelum PPKM Darurat itu mencapai sekitar 50.000-60.000 pergerakan per harinya. Sebaliknya, jumlah penumpang mencapai sekitar 10.000-13.000 orang selama PPKM Darurat ini.

“Jadi kalo dilihat memang masyarakat patuh terhadap aturan yang dikeluarkan pemerintah dengan mengurangi perjalanan kecuali memang diperlukan saja. Mungkin seperti itu ya,” katanya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper